Sebagai salah satu variasi berhubungan intim, seks oral banyak disukai oleh laki-laki maupun perempuan. Namun dibanding tahun-tahun sebelumnya, peminat seks oral pada masa kini diyakini makin berkurang terutama di kalangan laki-laki.
Pendapat itu disampaikan oleh seorang penulis buku, Geoff Dyer dalam sebuah tulisannya di situs Esquire. Ia mengaku pernah melakukan survei kecil, yang hasilnya menunjukkan bahwa 80 persen laki-laki dewasa pernah menolak tawaran seks oral dari pasangannya.
Meski menolak seks oral, para laki-laki yang dilibatkan dalam survei tersebut tidak keberatan untuk memberikan seks oral pada pasangannya. Untuk diketahui, ada 2 jenis layanan seks oral yakni fellatio jika dilakukan pada laki-laki dan cunnilingus jika dilakukan pada perempuan.
Terlepas dari valid tidaknya survei yang dilakukan, hasilnya cukup menarik untuk dikomentari. Seorang penulis kesehatan dari Jezebel, Hugo Schwyzer menilai hasil penelitian ini ada benarnya jika dikaitkan dengan semakin meningkatnya problem seksual yang dialami para lelaki.
Salah satu problem yang dimaksud adalah body dismorphia, yakni gangguan mental akibat kurang percaya diri dengan bentuk tubuh dalam hal ini alat kelamin para lelaki. Makin maraknya peredaran konten porno membuat banyak lelaki minder karena alat vitalnya kalah besar dari para bintang porno.
"Bisa juga karena penisnya berbau sehingga para lelaki takut dan menghindari perhatian yang intens saat pasangannya berada di bawah," tulis Schwyzer dalam artikelnya seperti dikutip dari Jezebel, Rabu (11/4/2012).
Dugaan itu diperkuat dengan hasil survei yang menunjukkan bahwa para lelaki yang menolak layanan fellatio tetap bersedia memberikan layanan cunnilingus. Artinya bukan karena tidak berminat lagi, melainkan lebih percaya diri untuk menyenangkan pasangannya.
Terlebih saat ini makin banyak laki-laki yang menyadari dan menghargai hak-hak seksual pasangannya. Para lelaki menilai, cunnilingus atau memberikan seks oral pada pasangannya membuatnya tampak lebih jantan dan tidak egois daripada hanya pasif menikmati fellatio.
Sumber : DeticHot
Welcome to my blog.. Gaya bahasa Anda mungkin lebih bagus, tulisan Anda mungkin jauh lebih menarik, dan karya_karya Anda mungkin jauh lebih indah.. Tapi inilah yg dpt saya ciptakan,silahkan dibaca dan dicomentari. Karena komentar Anda sangat berarti dan menjadi masukan buat saya.. Semoga tak mengecewakan.. Terima kasih.
Like
Tenang&damai
Assalamu Alaikum Wr.Wb
Selamat datang...
Tabe...
Silahkan masuk,,,
semoga tidak mengecewakan..
Tabe...
Silahkan masuk,,,
semoga tidak mengecewakan..
Rabu, 11 April 2012
Jumat, 06 April 2012
7 Fakta Kejahatan Kedokteran di Dunia
Kemajuan ilmu kedokteran memang bisa menyelamatkan nyawa seseorang, tapi kadang percobaan yang dilakukan para ilmuwan melanggar etika yang ada. Ini dia 7 percobaan medis terburuk yang melibatkan subyek manusia.
Seperti dikutip dari LiveScience, Jumat (17/12/2010) ada 7 percobaan medis terburuk dalam sejarah yang melibatkan manusia sebagai subyeknya, yaitu:
1. Studi Tuskegee
Studi ini berlangsung selama 40 tahun. Menurut Pusat pengendalian dan pencegahan penyakit AS, dinas kesehatan meluncurkan penelitian mengenai efek kesehatan dari sifilis yang tidak diobati. Sayangnya hal ini tidak diketahui oleh partisipan, baik yang mendapat perawatan sifilis maupun yang tidak.
Peneliti melacak perkembangan penyakit pada 399 laki-laki kulit hitam di Alabama, termasuk 201 laki-laki yang sehat. Ilmuwan mengungkapkan pada partisipan bahwa diriya sedang dirawat karena memiliki 'bad blood'. Partisipan ini tidak pernah mendapatkan perlakuan yang memadai, bahkan sampai tahun 1947 ketika penisilin menjadi pilihan obat untuk mengobati sifilis.
2. Studi sifilis di Guatemala
Antara tahun 1946-1948, pemerintah AS dan Guatemala melakukan studi bersama dengan cara sengaja menginfeksikan sifilis pada tahanan di Guatemala dan pasien di rumah sakit jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji bahan kimia yang bisa mencegah penyebaran penyakit.
Peneliti berusaha menginfeksikan subyek dengan cara menyuruhnya berhubungan seks dengan pelacur yang sudah terinfeksi. Meskipun penderita sifilis ini diberikan obat penisilin, tapi tidak ditemukannya perawatan lanjutan bagi pasien tersebut.
3. Percobaan bedah pada budak
Tokoh ginekologi modern, J Marion Sims banyak memperoleh ketenaran dengan melakukan operasi eksperimental terhadap perempuan budak. Sims melakukan percobaan pembedahan tanpa anestesi (sebagian anestesi belum ditemukan), namun ia mengungkapkan bahwa hal tersebut tidak cukup menyakitkan. Padahal dalam Journal of Medical Ethics tahun 1993 dituliskan melakukan eksperimental dengan manusia tidak dapat diterima.
4. Pembunuhan Burke dan Hale
Sampai tahun 1830-an eksekusi pembunuhan relatif jarang, sehingga banyak ahli anatomi tubuh mengambil atau membeli tubuh manusia dari para perampok. Hingga akhirnya William Hale dan temannya William Burke membuka wirausaha penginapan dan menjual tubuh untuk dijual pada para ahli anatomi. Akibat kejahatannya tersebut Burke kemudian dihukum gantung untuk kejahatannya.
5. The Monster Study
Tahun 1939 peneliti ingin membuktikan teori bahwa perilaku gagap disebabkan oleh kecemasan seorang anak untuk berbicara. Peneliti duduk dengan anak-anak anak yatim dan mengatakan bahwa anak-anak ini menunjukkan tanda-tanda kegagapan dan tidak boleh berbicara kecuali yakin bisa berbicara dengan benar. Percobaan ini membuat anak yang tadinya normal menjadi cemas dan menjadi diam.
6. Japan's Unit 731
Sepanjang tahun 1930-an sampai 1940-an, tentara kekaisaran Jepang melakukan perang biologis dan tes medis terhadap penduduk sipil dan sebagian besar China. Jumlah korban tewas dari eksperimental brutal ini tidak diketahui, tapi kemungkinan ada 200.000 orang.
Studi ini melibatkan sumur yang terinfeksi kolera, tipus, kutu dan para tahanan berbaris dalam cuaca dingin untuk menentukan pengobatan terbaik bagi radang dingin. Kekejaman lainnya adalah para tahanan ditutup matanya dengan gas racun, lalu dimasukkan ke ruangan sampai matanya keluar dan membedahnya saat masih hidup dan sadar.
7. Percobaan medis Nazi
Mungkin percobaan yang terkenal jahat sepanjang masa adalah yang dilakukan oleh Josef Mengele, seorang dokter SS di Auschwitz, dan ia mengumpulkan mata dari korban pasiennya. Percobaan ini menggunakan tahanan untuk menguji pengobatan terhadap penyakit menular dan perang kimia. Sementara yang lainnya dipaksa menjadi beku dalam ruangan bertekanan rendah sebagai percobaan penerbangan.
Sementara itu ad apula percobaan dengan cara mengikat payudara perempuan dengan tali sehingga peneliti bis amelihat berapa lama bayi bisa bertahan dengan kelaparan. Hingga akhirnya sang bayi disuntik dengan morfin mematikan untuk mengakhiri penderitaannya. Diketahui bahwa Mengele meninggal di Brazil tahun 1979 akibat stroke.
Seperti dikutip dari LiveScience, Jumat (17/12/2010) ada 7 percobaan medis terburuk dalam sejarah yang melibatkan manusia sebagai subyeknya, yaitu:
1. Studi Tuskegee
Studi ini berlangsung selama 40 tahun. Menurut Pusat pengendalian dan pencegahan penyakit AS, dinas kesehatan meluncurkan penelitian mengenai efek kesehatan dari sifilis yang tidak diobati. Sayangnya hal ini tidak diketahui oleh partisipan, baik yang mendapat perawatan sifilis maupun yang tidak.
Peneliti melacak perkembangan penyakit pada 399 laki-laki kulit hitam di Alabama, termasuk 201 laki-laki yang sehat. Ilmuwan mengungkapkan pada partisipan bahwa diriya sedang dirawat karena memiliki 'bad blood'. Partisipan ini tidak pernah mendapatkan perlakuan yang memadai, bahkan sampai tahun 1947 ketika penisilin menjadi pilihan obat untuk mengobati sifilis.
2. Studi sifilis di Guatemala
Antara tahun 1946-1948, pemerintah AS dan Guatemala melakukan studi bersama dengan cara sengaja menginfeksikan sifilis pada tahanan di Guatemala dan pasien di rumah sakit jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji bahan kimia yang bisa mencegah penyebaran penyakit.
Peneliti berusaha menginfeksikan subyek dengan cara menyuruhnya berhubungan seks dengan pelacur yang sudah terinfeksi. Meskipun penderita sifilis ini diberikan obat penisilin, tapi tidak ditemukannya perawatan lanjutan bagi pasien tersebut.
3. Percobaan bedah pada budak
Tokoh ginekologi modern, J Marion Sims banyak memperoleh ketenaran dengan melakukan operasi eksperimental terhadap perempuan budak. Sims melakukan percobaan pembedahan tanpa anestesi (sebagian anestesi belum ditemukan), namun ia mengungkapkan bahwa hal tersebut tidak cukup menyakitkan. Padahal dalam Journal of Medical Ethics tahun 1993 dituliskan melakukan eksperimental dengan manusia tidak dapat diterima.
4. Pembunuhan Burke dan Hale
Sampai tahun 1830-an eksekusi pembunuhan relatif jarang, sehingga banyak ahli anatomi tubuh mengambil atau membeli tubuh manusia dari para perampok. Hingga akhirnya William Hale dan temannya William Burke membuka wirausaha penginapan dan menjual tubuh untuk dijual pada para ahli anatomi. Akibat kejahatannya tersebut Burke kemudian dihukum gantung untuk kejahatannya.
5. The Monster Study
Tahun 1939 peneliti ingin membuktikan teori bahwa perilaku gagap disebabkan oleh kecemasan seorang anak untuk berbicara. Peneliti duduk dengan anak-anak anak yatim dan mengatakan bahwa anak-anak ini menunjukkan tanda-tanda kegagapan dan tidak boleh berbicara kecuali yakin bisa berbicara dengan benar. Percobaan ini membuat anak yang tadinya normal menjadi cemas dan menjadi diam.
6. Japan's Unit 731
Sepanjang tahun 1930-an sampai 1940-an, tentara kekaisaran Jepang melakukan perang biologis dan tes medis terhadap penduduk sipil dan sebagian besar China. Jumlah korban tewas dari eksperimental brutal ini tidak diketahui, tapi kemungkinan ada 200.000 orang.
Studi ini melibatkan sumur yang terinfeksi kolera, tipus, kutu dan para tahanan berbaris dalam cuaca dingin untuk menentukan pengobatan terbaik bagi radang dingin. Kekejaman lainnya adalah para tahanan ditutup matanya dengan gas racun, lalu dimasukkan ke ruangan sampai matanya keluar dan membedahnya saat masih hidup dan sadar.
7. Percobaan medis Nazi
Mungkin percobaan yang terkenal jahat sepanjang masa adalah yang dilakukan oleh Josef Mengele, seorang dokter SS di Auschwitz, dan ia mengumpulkan mata dari korban pasiennya. Percobaan ini menggunakan tahanan untuk menguji pengobatan terhadap penyakit menular dan perang kimia. Sementara yang lainnya dipaksa menjadi beku dalam ruangan bertekanan rendah sebagai percobaan penerbangan.
Sementara itu ad apula percobaan dengan cara mengikat payudara perempuan dengan tali sehingga peneliti bis amelihat berapa lama bayi bisa bertahan dengan kelaparan. Hingga akhirnya sang bayi disuntik dengan morfin mematikan untuk mengakhiri penderitaannya. Diketahui bahwa Mengele meninggal di Brazil tahun 1979 akibat stroke.
Label:
Healt,
Horor,
Taukah Anda ?,
Tragedi,
Unik
Renungan : Gula dan Tebu “Habis manis, sepah dibuang,”
“Habis manis, sepah dibuang,” betapa pandainya para sepuh kita membuat perumpamaan. Orang-orang yang dinilai sudah tidak berguna lagi disisihkan begitu saja. Kadang kita marah, kalau diperlakukan seperti sepah. Padahal, kita juga akan membuang sepah itu jika sudah tidak ada lagi rasa manisnya. Ini soal siapa pelaku dan siapa korbannya saja. Kita tidak suka jadi korban, itu saja. Bukankah kita juga tidak ingin menyimpan sepah dirumah? Wajar jika sepah itu dibuang. Yang tidak wajar adalah yang belum menjadi sepah sudah dibuang. Juga tidak wajar jika kita sudah menjadi sepah, tetapi menuntut orang lain untuk terus menerus menikmati rasa manis yang sudah tidak kita miliki lagi. Ngomong-ngomong, ‘sepah’ itu apa sih?
Meski bukan daerah penghasil gula, namun di rumah masa kecil saya terdapat rumpun-rumpun pohon tebu. Kami menggunakan parang untuk memotong batangnya, lalu mengupas kulitnya. Kemudian memotong batang tebu itu menjadi seukuran jari-jari telunjuk. Setelah itu? Kami mengungahnya. Rasa manis memenuhi mulut kami. Lalu tiba saatnya dimana kunyahan itu hanya menyisakan rasa tawar saja. Di mulut kami sekarang hanya tertinggal ampas. Kami meludahkan ampas itu ke tanah. Benda tak berdaya diatas tanah itulah yang kita sebut sebagai sepah. Habis manis, sepah dibuang. Memangnya harus diapakan lagi sepah itu jika tidak dibuang? Kita sering menggambarkan hidup yang sudah tidak berguna sebagai sepah. Kita sadar jika sudah tidak berguna, tetapi masih ngotot untuk tidak dibuang. Itu mengindikasikan bahwa ini adalah saatnya untuk mengubah paradigma tentang hidup. Bagi Anda yang tertarik menemani saya belajar memperbaiki paradigma hidup itu; saya ajak untuk memulainya dengan memahami 5 sudut pandang Natural Intelligence berikut ini:
1. Jadilah pemanis kehidupan.
Disekitar kita begitu banyak orang yang suka minum kopi. Tetapi, saya hampir tidak pernah mengenal orang yang minum kopi tanpa gula. Bahkan sekalipun kita menyebutnya ‘kopi pahit’, ternyata ya menggunakan gula juga. Mengapa gula selalu ada dalam setiap cangkir kopi yang disajikan? Karena gula membuat rasa pahit pada kopi terasa menjadi manis. Anda yang mengetahui rasa asli kopi tentu tahu jika sebenarnya kopi itu mirip arang. Karbon yang tersisa dari benda hangus. Makanya rasanya tidak benar-benar enak. Tetapi, ketika kedalam seduhan kopi pahit itu kita bubuhkan gula; tiba-tiba saja kita menikmatinya. Bahkan menjadikannya sebagai minuman favorit. Bayangkan jika kita bisa membuat rasa pahit kehidupan menjadi terasa manis. Tentunya kita tidak akan lagi harus disiksa oleh rasa pahit itu. Bahkan boleh jadi, kita menjadi penikmat rasa pahit itu. Kita bisa menari dalam deraan tantangan dan rintangan. Kita masih bisa tersenyum ditengah terpaan angin cobaan. Dan kita masih bisa bersyukur meski tengah berada dalam pahit getirnya cobaan hidup. Semoga kita bisa menjadi pribadi yang mampu memaniskan kehidupan.
2. Jadilah pribadi yang manis, maka pasti selalu dikerubuti.
Ditempat tidur saya tiba-tiba saja banyak sekali semut. Setelah diperiksa, ternyata ada sisa-sisa gula dari kue kering yang kami makan bersama anak-anak. Ternyata benar; ada gula, ada semut. Para semut tidak lagi memperdulikan lokasi dan situasi. Dimana ada gula, kesitulah mereka berbondong beriringan. Ini tidak hanya benar bagi para semut. Coba saja perhatikan orang-orang yang bisa memberi manfaat bagi lingkungannya. Para dermawan, selalu dikerubungi oleh para pengikut setianya. Para alim ulama dan orang-orang berilmu, selalu menjadi rujukan para pencari pencerahan. Siapapun yang bisa memberi manfaat kepada orang lain, bisa dipastikan selalu dibutuhkan oleh mereka. Kita? Sesekali orang lain itu mbok ya membutuhkan kita gitu loh. Tapi mengapa yang terjadi malah sebaliknya ya? Mereka malah mengira seolah kita ini tidak ada. Sekalipun kita sudah menyodor-nyodorkan wajah kita. Tetap saja masih tidak mereka lihat. Sudah beriklan, bahkan. Tapi juga tidak ditanggapi. Barangkali, karena kita belum bisa menjadi pribadi yang manis bagi mereka. Karena sudah menjadi fitrah manusia untuk mengerubuti segala sesuatu yang terasa manis.
3. Tetaplah manis, maka sepahmu tidak pernah dibuang.
Mari berhenti untuk marah atau kecewa jika orang lain membuang kita karena mereka menilai kita sudah menjadi sepah. Mereka tidak salah. Kitalah yang harus berpikir bagaimana caranya supaya tidak menjadi sepah. Sebab jika kita masih tetap memiliki rasa manis itu, mereka tidak akan membuang kita, percayalah. Saya mengenal seorang eksekutif senior yang mumpuni. Setelah memasuki masa pensiun dari jabatanya yang tinggi, saya pikir beliau akan menjadi seperti ‘tebu-tebu’ yang lainnya. Ternyata saya keliru. Perusahaan kemudian memperpanjang masa kerjanya dengan system kontrak. Lalu beliau berpindah ke perusahaan lain. Lalu beliau ditarik lagi oleh perusahaan lainnya. Bagi saya, beliau inilah salah satu living legend mereka yang tidak pernah membiarkan dirinya ‘kehilangan rasa manis’. Meski usianya sudah jauh melampaui masa pensiun, beliau tetap manis. Rasa manis yang masih tetap lestari didalam dirinya itulah yang menjadikan beliau tetap menjadi rebutan perusahaan-perusahaan besar. Jadi jika kita tidak ingin menjadi sepah yang dibuang, maka kita harus memastikan bahwa kita tetap menjadi pribadi yang manis.
4. Nikmatilah rasa manis secukupnya, tidak berlebihan.
Sekarang, cobalah ambil sesendok gula terbaik yang Anda miliki. Lalu suapkan sesendok gula itu kedalam mulut Anda, dan kunyahlah. Apakah Anda masih menikmati rasa manisnya? Pada dasarnya, semua orang menyukai rasa manis. Namun, tak seorang pun bisa melahapnya terlalu banyak. Kita semua mendambakan manisnya kehidupan. Dan kita sering terlalu serakah untuk merengkuhnya sendirian. Bahkan gula pun mengajari kita bahwa terlalu banyak rasa manis membuat kepala kita pusing, bahkan kita bisa mengalami sindrom toleransi insulin. Sungguh keliru jika kita mengira hidup yang manis itu adalah yang semuanya serba indah. Tidak. Justru hidup yang terlalu indah cenderung menjadikan kita pribadi yang serakah. Semacam sindrom toleransi insulin kehidupan. Tidak peduli betapa banyak insulin yang diproduksi dalam tubuh Anda, gula akan tetap menumpuk dalam darah Anda. Tahukah Anda apa yang terjadi ketika dalam darah kita terdapat lebih banyak gula dari yang seharusnya? Hmmmh, Anda tentu paham yang saya maksudkan. Bahkan rasa manis kehidupan yang terlalu banyak pun bisa membahayakan kehidupan diri Anda sendiri. Maka nikmatilah rasa manisnya kehidupan, namun tidak perlu berlebihan.
5. Semanis apapun kita, tidak bisa lepas dari fitrah.
Sepah di kebun tebu kami jumlahnya tidak terlalu melimpah. Namun jika dibiarkan tetap saja menjadi sampah. Kami punya banyak pilihan untuk memperlakukannya. Jika kami membuangnya ke kolong kandang domba, maka sepah itu akan menambah nutrisi pada pupuk kandang yang kami dapatkan. Jika kami membuangnya ke kolam ikan, maka dia akan menjadi tempat tumbuhnya plankton dan jentik-jentik makanan penggemuk ikan. Jadi, apanya yang terbuang dari seonggok sepah? Tidak ada. Sepah benar-benar menyadari bahwa dia tidak bisa melawan fitrah. Semua orang yang pernah muda akan menjadi tua. Semua yang gagah perkasa akan menjadi tak berdaya. Semua yang kuat menjadi lemah. Itulah fitrah. Tetapi mari sekali lagi kita lihat sang sepah. Bahkan setelah masuk tempat sampah, dia tetap saja menjadi anugerah. Jika kita ikut mengimani konsepsi hidup setelah mati, maka kita lebih beruntung lagi. Karena dengan keyakinan itu kita kita bisa berharap memetik buah manis tabungan kebaikan yang pernah kita lakukan semasa hidup. Kita boleh berharap itu, karena iman kita mengajarkan bahwa setiap amal baik yang pernah kita lakukan atas nama Tuhan, akan membuahkan imbalan yang sepadan. Beruntunglah kita yang percaya, karena setidak-tidaknya kita memiliki harapan; bahwa fitrah kita adalah untuk mempersiapkan tempat pulang alam keabadian.
Tidak perlu lagi untuk merasa kecewa karena telah dihempaskan oleh lingkungan yang Anda harapkan memberikan penerimaan. Mungkin mereka benar telah menghempaskan kita karena kita belum bisa memberi rasa manis yang mereka butuhkan. Mungkin juga mereka keliru karena tidak bisa menghargai rasa manis yang kita miliki. Tetapi, bukan itu yang perlu menjadi fokus perhatian kita sekarang. Cukuplah untuk selalu memikirkan, bagaimana caranya agar kita bisa memberikan lebih banyak lagi rasa manis? Karena dengan rasa manis yang kita tebarkan, kita tidak perlu meneriaki para semut untuk mengerubuti. Insya Allah, cepat atau lambat; mereka akan datang sendiri.
Meski bukan daerah penghasil gula, namun di rumah masa kecil saya terdapat rumpun-rumpun pohon tebu. Kami menggunakan parang untuk memotong batangnya, lalu mengupas kulitnya. Kemudian memotong batang tebu itu menjadi seukuran jari-jari telunjuk. Setelah itu? Kami mengungahnya. Rasa manis memenuhi mulut kami. Lalu tiba saatnya dimana kunyahan itu hanya menyisakan rasa tawar saja. Di mulut kami sekarang hanya tertinggal ampas. Kami meludahkan ampas itu ke tanah. Benda tak berdaya diatas tanah itulah yang kita sebut sebagai sepah. Habis manis, sepah dibuang. Memangnya harus diapakan lagi sepah itu jika tidak dibuang? Kita sering menggambarkan hidup yang sudah tidak berguna sebagai sepah. Kita sadar jika sudah tidak berguna, tetapi masih ngotot untuk tidak dibuang. Itu mengindikasikan bahwa ini adalah saatnya untuk mengubah paradigma tentang hidup. Bagi Anda yang tertarik menemani saya belajar memperbaiki paradigma hidup itu; saya ajak untuk memulainya dengan memahami 5 sudut pandang Natural Intelligence berikut ini:
1. Jadilah pemanis kehidupan.
Disekitar kita begitu banyak orang yang suka minum kopi. Tetapi, saya hampir tidak pernah mengenal orang yang minum kopi tanpa gula. Bahkan sekalipun kita menyebutnya ‘kopi pahit’, ternyata ya menggunakan gula juga. Mengapa gula selalu ada dalam setiap cangkir kopi yang disajikan? Karena gula membuat rasa pahit pada kopi terasa menjadi manis. Anda yang mengetahui rasa asli kopi tentu tahu jika sebenarnya kopi itu mirip arang. Karbon yang tersisa dari benda hangus. Makanya rasanya tidak benar-benar enak. Tetapi, ketika kedalam seduhan kopi pahit itu kita bubuhkan gula; tiba-tiba saja kita menikmatinya. Bahkan menjadikannya sebagai minuman favorit. Bayangkan jika kita bisa membuat rasa pahit kehidupan menjadi terasa manis. Tentunya kita tidak akan lagi harus disiksa oleh rasa pahit itu. Bahkan boleh jadi, kita menjadi penikmat rasa pahit itu. Kita bisa menari dalam deraan tantangan dan rintangan. Kita masih bisa tersenyum ditengah terpaan angin cobaan. Dan kita masih bisa bersyukur meski tengah berada dalam pahit getirnya cobaan hidup. Semoga kita bisa menjadi pribadi yang mampu memaniskan kehidupan.
2. Jadilah pribadi yang manis, maka pasti selalu dikerubuti.
Ditempat tidur saya tiba-tiba saja banyak sekali semut. Setelah diperiksa, ternyata ada sisa-sisa gula dari kue kering yang kami makan bersama anak-anak. Ternyata benar; ada gula, ada semut. Para semut tidak lagi memperdulikan lokasi dan situasi. Dimana ada gula, kesitulah mereka berbondong beriringan. Ini tidak hanya benar bagi para semut. Coba saja perhatikan orang-orang yang bisa memberi manfaat bagi lingkungannya. Para dermawan, selalu dikerubungi oleh para pengikut setianya. Para alim ulama dan orang-orang berilmu, selalu menjadi rujukan para pencari pencerahan. Siapapun yang bisa memberi manfaat kepada orang lain, bisa dipastikan selalu dibutuhkan oleh mereka. Kita? Sesekali orang lain itu mbok ya membutuhkan kita gitu loh. Tapi mengapa yang terjadi malah sebaliknya ya? Mereka malah mengira seolah kita ini tidak ada. Sekalipun kita sudah menyodor-nyodorkan wajah kita. Tetap saja masih tidak mereka lihat. Sudah beriklan, bahkan. Tapi juga tidak ditanggapi. Barangkali, karena kita belum bisa menjadi pribadi yang manis bagi mereka. Karena sudah menjadi fitrah manusia untuk mengerubuti segala sesuatu yang terasa manis.
3. Tetaplah manis, maka sepahmu tidak pernah dibuang.
Mari berhenti untuk marah atau kecewa jika orang lain membuang kita karena mereka menilai kita sudah menjadi sepah. Mereka tidak salah. Kitalah yang harus berpikir bagaimana caranya supaya tidak menjadi sepah. Sebab jika kita masih tetap memiliki rasa manis itu, mereka tidak akan membuang kita, percayalah. Saya mengenal seorang eksekutif senior yang mumpuni. Setelah memasuki masa pensiun dari jabatanya yang tinggi, saya pikir beliau akan menjadi seperti ‘tebu-tebu’ yang lainnya. Ternyata saya keliru. Perusahaan kemudian memperpanjang masa kerjanya dengan system kontrak. Lalu beliau berpindah ke perusahaan lain. Lalu beliau ditarik lagi oleh perusahaan lainnya. Bagi saya, beliau inilah salah satu living legend mereka yang tidak pernah membiarkan dirinya ‘kehilangan rasa manis’. Meski usianya sudah jauh melampaui masa pensiun, beliau tetap manis. Rasa manis yang masih tetap lestari didalam dirinya itulah yang menjadikan beliau tetap menjadi rebutan perusahaan-perusahaan besar. Jadi jika kita tidak ingin menjadi sepah yang dibuang, maka kita harus memastikan bahwa kita tetap menjadi pribadi yang manis.
4. Nikmatilah rasa manis secukupnya, tidak berlebihan.
Sekarang, cobalah ambil sesendok gula terbaik yang Anda miliki. Lalu suapkan sesendok gula itu kedalam mulut Anda, dan kunyahlah. Apakah Anda masih menikmati rasa manisnya? Pada dasarnya, semua orang menyukai rasa manis. Namun, tak seorang pun bisa melahapnya terlalu banyak. Kita semua mendambakan manisnya kehidupan. Dan kita sering terlalu serakah untuk merengkuhnya sendirian. Bahkan gula pun mengajari kita bahwa terlalu banyak rasa manis membuat kepala kita pusing, bahkan kita bisa mengalami sindrom toleransi insulin. Sungguh keliru jika kita mengira hidup yang manis itu adalah yang semuanya serba indah. Tidak. Justru hidup yang terlalu indah cenderung menjadikan kita pribadi yang serakah. Semacam sindrom toleransi insulin kehidupan. Tidak peduli betapa banyak insulin yang diproduksi dalam tubuh Anda, gula akan tetap menumpuk dalam darah Anda. Tahukah Anda apa yang terjadi ketika dalam darah kita terdapat lebih banyak gula dari yang seharusnya? Hmmmh, Anda tentu paham yang saya maksudkan. Bahkan rasa manis kehidupan yang terlalu banyak pun bisa membahayakan kehidupan diri Anda sendiri. Maka nikmatilah rasa manisnya kehidupan, namun tidak perlu berlebihan.
5. Semanis apapun kita, tidak bisa lepas dari fitrah.
Sepah di kebun tebu kami jumlahnya tidak terlalu melimpah. Namun jika dibiarkan tetap saja menjadi sampah. Kami punya banyak pilihan untuk memperlakukannya. Jika kami membuangnya ke kolong kandang domba, maka sepah itu akan menambah nutrisi pada pupuk kandang yang kami dapatkan. Jika kami membuangnya ke kolam ikan, maka dia akan menjadi tempat tumbuhnya plankton dan jentik-jentik makanan penggemuk ikan. Jadi, apanya yang terbuang dari seonggok sepah? Tidak ada. Sepah benar-benar menyadari bahwa dia tidak bisa melawan fitrah. Semua orang yang pernah muda akan menjadi tua. Semua yang gagah perkasa akan menjadi tak berdaya. Semua yang kuat menjadi lemah. Itulah fitrah. Tetapi mari sekali lagi kita lihat sang sepah. Bahkan setelah masuk tempat sampah, dia tetap saja menjadi anugerah. Jika kita ikut mengimani konsepsi hidup setelah mati, maka kita lebih beruntung lagi. Karena dengan keyakinan itu kita kita bisa berharap memetik buah manis tabungan kebaikan yang pernah kita lakukan semasa hidup. Kita boleh berharap itu, karena iman kita mengajarkan bahwa setiap amal baik yang pernah kita lakukan atas nama Tuhan, akan membuahkan imbalan yang sepadan. Beruntunglah kita yang percaya, karena setidak-tidaknya kita memiliki harapan; bahwa fitrah kita adalah untuk mempersiapkan tempat pulang alam keabadian.
Tidak perlu lagi untuk merasa kecewa karena telah dihempaskan oleh lingkungan yang Anda harapkan memberikan penerimaan. Mungkin mereka benar telah menghempaskan kita karena kita belum bisa memberi rasa manis yang mereka butuhkan. Mungkin juga mereka keliru karena tidak bisa menghargai rasa manis yang kita miliki. Tetapi, bukan itu yang perlu menjadi fokus perhatian kita sekarang. Cukuplah untuk selalu memikirkan, bagaimana caranya agar kita bisa memberikan lebih banyak lagi rasa manis? Karena dengan rasa manis yang kita tebarkan, kita tidak perlu meneriaki para semut untuk mengerubuti. Insya Allah, cepat atau lambat; mereka akan datang sendiri.
4 Manfaat Bertengkar Saat Pacaran
4 Manfaat Bertengkar Saat Pacaran
Banyak pasangan menilai bertengkar dalam menjalin hubungan asmara itu hanya akan memperburuk hubungan. Tapi hal itu tidak selamanya benar, kenyataanya bertengkar dengan pacar juga bisa menimbulkan hal yang positif dan mempunyai manfaat tersendiri lho. Tidak percaya?
Bertengkar saat menjalin hubungan juga dibutuhkan agar tidak terasa hambar dan membosankan. Selain itu, bertengkar dengan kekasih juga bisa menjadikan hubungan lebih sehat dan membuat perasaan lebih lega.
Selain hal-hal di atas, bertengkar juga mempunyai manfaat lain lho. Mau tahu? Berikut jawabannya.
1. Bisa Lebih Tahu Sifat Pasangan
Seseorang akan menujukan sifat aslinya pada orang lain jika dia sedang marah. Begitu juga dengan pacar kamu itu. Saat dia marah atau kesal dengan kamu maka sifat aslinya bisa keluar, entah itu dia mengambek, teriak-teriak atau mungkin malah menghancurkan barang-barang miliknya. Padahal saat dia bahagia dia seperti itu. Jadi, jika kamu ingin mengetahui sifat asli dari pacar kamu tidak ada salahnya kalau kamu membuatnya kesal sama kamu. Bagaimana, berani mencoba?
2. Belajar Bersikap Dewasa
Nah bagi kamu yang masih mempunyai sifat kekanak-kanakan, menghadapi masalah dalam hubungan bisa memrubah sifat kamu itu. Saat ada masalah kamu tentu akan berpikir ekstra keras untuk menyelesaikan masalah itu dengan bijak agar hubungan tetap harmonis. Tanpa kamu sadari kamu telah belajar bersikap dewasa.
3. Bisa Menjadi Menyenangkan
Memang bertengkar bukanlah hal yang menyenangkan, tapi percayalah kebahagiaan pasti akan datang setelahnya. Setelah masalah terselesaikan, maka kamu dan si dia akan kembali bisa tertawa bersama. Perkelahian kecil bisa terasa menyenangkan setelah suasana mereda dan kamu bisa bersama kembali.
4. Memperkuat Hubungan
Pertengkaran bisa membuat hubungan semakin kuat, meskipun kamu tidak setuju dengan perkataan atau sikapnya, begitu sebaliknya. Ketika kamu berkonflik, unek-unek kamu dan pasangan akan keluar, sehingga saling mengerti apa yang diingkinkan oleh pasangan. Dengan begitu, hubungan bisa semakin kuat dan sehat. Sebenarnya bisa bertahan atau tidaknya suatu hubungan itu bukan tergantung pada sering atau tidaknya pasangan itu bertengkar. Tapi baik atau buruknya hubungan itu dipengaruhi oleh besar atau kecilnya rasa cinta kamu terhadap pasangan. Karena bertengkar saat pacaran itu adalah hal yang wajar.
Banyak pasangan menilai bertengkar dalam menjalin hubungan asmara itu hanya akan memperburuk hubungan. Tapi hal itu tidak selamanya benar, kenyataanya bertengkar dengan pacar juga bisa menimbulkan hal yang positif dan mempunyai manfaat tersendiri lho. Tidak percaya?
Bertengkar saat menjalin hubungan juga dibutuhkan agar tidak terasa hambar dan membosankan. Selain itu, bertengkar dengan kekasih juga bisa menjadikan hubungan lebih sehat dan membuat perasaan lebih lega.
Selain hal-hal di atas, bertengkar juga mempunyai manfaat lain lho. Mau tahu? Berikut jawabannya.
1. Bisa Lebih Tahu Sifat Pasangan
Seseorang akan menujukan sifat aslinya pada orang lain jika dia sedang marah. Begitu juga dengan pacar kamu itu. Saat dia marah atau kesal dengan kamu maka sifat aslinya bisa keluar, entah itu dia mengambek, teriak-teriak atau mungkin malah menghancurkan barang-barang miliknya. Padahal saat dia bahagia dia seperti itu. Jadi, jika kamu ingin mengetahui sifat asli dari pacar kamu tidak ada salahnya kalau kamu membuatnya kesal sama kamu. Bagaimana, berani mencoba?
2. Belajar Bersikap Dewasa
Nah bagi kamu yang masih mempunyai sifat kekanak-kanakan, menghadapi masalah dalam hubungan bisa memrubah sifat kamu itu. Saat ada masalah kamu tentu akan berpikir ekstra keras untuk menyelesaikan masalah itu dengan bijak agar hubungan tetap harmonis. Tanpa kamu sadari kamu telah belajar bersikap dewasa.
3. Bisa Menjadi Menyenangkan
Memang bertengkar bukanlah hal yang menyenangkan, tapi percayalah kebahagiaan pasti akan datang setelahnya. Setelah masalah terselesaikan, maka kamu dan si dia akan kembali bisa tertawa bersama. Perkelahian kecil bisa terasa menyenangkan setelah suasana mereda dan kamu bisa bersama kembali.
4. Memperkuat Hubungan
Pertengkaran bisa membuat hubungan semakin kuat, meskipun kamu tidak setuju dengan perkataan atau sikapnya, begitu sebaliknya. Ketika kamu berkonflik, unek-unek kamu dan pasangan akan keluar, sehingga saling mengerti apa yang diingkinkan oleh pasangan. Dengan begitu, hubungan bisa semakin kuat dan sehat. Sebenarnya bisa bertahan atau tidaknya suatu hubungan itu bukan tergantung pada sering atau tidaknya pasangan itu bertengkar. Tapi baik atau buruknya hubungan itu dipengaruhi oleh besar atau kecilnya rasa cinta kamu terhadap pasangan. Karena bertengkar saat pacaran itu adalah hal yang wajar.
Tips Mengatasi Bertengkar Dengan PacarTips Mengatasi Bertengkar Dengan Pacar
Saat Bertengkar dengan pacar terasa dunia ini terbalik. Satepun rasa tempe goreng. hehe lebay. Dalam sebuah hubungan, pertengkaran memang tidak bisa dihindari. Jika tidak hati-hati, masalah kecil akan menjadi besar. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, simak tips mendinginkan suasana ini.
1. Tenang. Ambil jeda waktu beberapa menit ketika muncul perasaan ingin ‘meledak’. Anda bisa pergi ke ruangan lain dan lepaskan ‘ledakan’ itu di sana. Bila perlu, ambil waktu lebih panjang. Setelah tenang, temui kembali pasangan dan selesaikan masalah dengan kepala dingin.
2. Hindari Kata ‘Selalu’ Dan ‘Tidak Pernah’. “Kamu selalu begitu” atau “Kamu tidak pernah mengerti perasaanku”. Ucapan ini sering terlontar ketika kita marah pada pasangan. Padahal, penggunaan kata-kata ini akan semakin memperuncing pertengkaran. Hindari ucapan tersebut atau coba katakan lebih spesifik dan jelas.
3. Stop Berultimatum. Apa pun masalahnya, pertengkaran bukan akhir sebuah hubungan. Jadi, jangan mengeluarkan ultimatum atau mendeklarasikan hubungan Anda telah berakhir. Fokuskan perhatian pada inti masalah. Jangan biarkan diri Anda terbawa suasana.
4. Jangan Katakan “Aku benci Kamu”. Apa pun yang Anda rasakan saat bertengkar, jangan pernah sekali pun mengeluarkan ungkapan benci. Apalagi jika sebenarnya Anda tidak bermaksud seperti yang Anda katakan. Ungkapan seperti, “Aku benci kalau kamu bersikap seperti itu”, akan lebih enak didengar dibandingkan “Aku benci padamu”.
5. Toleran. Taktik bagus untuk menenangkan dan mendinginkan suasana adalah dengan berkata lembut dan halus pada pasangan yang sedang ‘panas’ hati. Bersikaplah lebih toleran, sabar dan tempatkan diri Anda di posisinya. Jika Anda tak pernah melakukan hal ini pada pasangan, jangan harap dia akan berbuat sama pada Anda.
6. Jangan Akhiri Pertengkaran Dengan Pertengkaran. Maksudnya, jangan mengomentari pertengkaran yang telah lewat secara berlebihan. Tidak penting siapa yang mulai menyela atau berteriak, jika Anda dan dia telah setuju dan berdamai. Hentikan tindakan atau ucapan yang dapat menyulut pertengkaran baru.
7. “Maaf”. Kata ini memang memiliki kekuatan magis yang besar dan bekerja sangat baik dalam menyelesaikan pertengkaran. Mintalah maaf kalau pernah berlaku tidak baik selama pertengkaran, meski Anda merasa tidak bersalah dalam pertengkaran tersebut.
Bagian terbaik dari sebuah pertengkaran adalah saat berbaikkan. Jadi, berbaikanlah. Nyatakan perasaan cinta Anda dan peluk dia..!
1. Tenang. Ambil jeda waktu beberapa menit ketika muncul perasaan ingin ‘meledak’. Anda bisa pergi ke ruangan lain dan lepaskan ‘ledakan’ itu di sana. Bila perlu, ambil waktu lebih panjang. Setelah tenang, temui kembali pasangan dan selesaikan masalah dengan kepala dingin.
2. Hindari Kata ‘Selalu’ Dan ‘Tidak Pernah’. “Kamu selalu begitu” atau “Kamu tidak pernah mengerti perasaanku”. Ucapan ini sering terlontar ketika kita marah pada pasangan. Padahal, penggunaan kata-kata ini akan semakin memperuncing pertengkaran. Hindari ucapan tersebut atau coba katakan lebih spesifik dan jelas.
3. Stop Berultimatum. Apa pun masalahnya, pertengkaran bukan akhir sebuah hubungan. Jadi, jangan mengeluarkan ultimatum atau mendeklarasikan hubungan Anda telah berakhir. Fokuskan perhatian pada inti masalah. Jangan biarkan diri Anda terbawa suasana.
4. Jangan Katakan “Aku benci Kamu”. Apa pun yang Anda rasakan saat bertengkar, jangan pernah sekali pun mengeluarkan ungkapan benci. Apalagi jika sebenarnya Anda tidak bermaksud seperti yang Anda katakan. Ungkapan seperti, “Aku benci kalau kamu bersikap seperti itu”, akan lebih enak didengar dibandingkan “Aku benci padamu”.
5. Toleran. Taktik bagus untuk menenangkan dan mendinginkan suasana adalah dengan berkata lembut dan halus pada pasangan yang sedang ‘panas’ hati. Bersikaplah lebih toleran, sabar dan tempatkan diri Anda di posisinya. Jika Anda tak pernah melakukan hal ini pada pasangan, jangan harap dia akan berbuat sama pada Anda.
6. Jangan Akhiri Pertengkaran Dengan Pertengkaran. Maksudnya, jangan mengomentari pertengkaran yang telah lewat secara berlebihan. Tidak penting siapa yang mulai menyela atau berteriak, jika Anda dan dia telah setuju dan berdamai. Hentikan tindakan atau ucapan yang dapat menyulut pertengkaran baru.
7. “Maaf”. Kata ini memang memiliki kekuatan magis yang besar dan bekerja sangat baik dalam menyelesaikan pertengkaran. Mintalah maaf kalau pernah berlaku tidak baik selama pertengkaran, meski Anda merasa tidak bersalah dalam pertengkaran tersebut.
Bagian terbaik dari sebuah pertengkaran adalah saat berbaikkan. Jadi, berbaikanlah. Nyatakan perasaan cinta Anda dan peluk dia..!
TERBUKTI...!! Bahasa Jawa Lebih Efisien Dari Bahasa Inggris
TERBUKTI...!! Bahasa Jawa Lebih Efisien Dari Bahasa Inggris
Walk slowly on the edge (side) of the road. (mlipir)
Fall backward and then hit own head. (nggeblak)
Ugly expressions because of pushing something out in the toilet. (ngeden)
Got hit by a truck that is moving backward. (kunduran trek)
Talk too much about unimportant thing. (cangkeman)
Smearing one's body with hot ointment or liquid and then massaging it. (mblonyo)
Going without notice/permission. (mlethas)
Walking without using anything. (nyeker)
Taking the longer way to get to the destination. (ngalang)
Riding an old bicycle. (ngonthel)
Falling/ tripping forward (and may hit own face). (kejlungup)
Side effect after circumcision. (gendhelen)
A small, sharp thing embedded inside one's skin. (susuben/ ketlusupen)
Spending a lot of time doing nothing. (mbathang)
Feeling uncomfortable because there is something that smells bad. (kambon)
Things getting out from a container accidentally because of gravity. (mbrojol)
Get hit by finger into the eyes. (kecolok)
Wrong sleep (head) position making the veins become neck pain. (tengeng)
Get farting from someone. (kentutan)
Do not have brain in the head. (pekok/ kenthir)
Get hit by thing collapsing on top of one's head/ body. (kambrukan/ kembrukan)
Drinking straight from the bottle without using glass, where whole bottle tip gets into the mouth. (ngokop)
Cannot open eyes because something is shining very bright. (blereng)
Cannot hold bowel movement. (ngebrok)
Ssomething coming out from one's rear end little by little. (keceret/ kecirit)
Hnging on tightly to something in order to be inert. (gondhelan )
Falling/ tripping accidentally because of a hole. (kejeglong)
Doing something without thinking about the consequences. (cenanangan)
Being overly active carelessly. (pecicilan/petakilan)
Feeling unwell because of cold temperature. (katisen)
Making too much noise, disturbing other people's sleep. (mbribeni)
Tripping over accidentally caused by wires, cloths, gowns etc. (kesrimpet)
Being alone (or with a companion) in the corner of a place/ room doing something suspicious. (mojok)
Pretend to be poor/ no money. (ngere)
Feeling dirty/afraid of something. (nggilani)
Pretend to be homeless, no money and never take shower. (nggembel)
A pyroclastic cloud that came out from a volcano. (wedus gembel)
Laughing Out Loud. (ngakak)
Playing blackberry whole day. (ngautis)
Sending blackberry messanger with blackberry. (bebean)
================================================
Nah sekarang kita ajak si bule belajar Boso Jowo Yuuukk..!!!!!
REAL DOG NOT JUST ILLUSION = Asu Tenan
YOUR KNEES FALLING DOWN = Dengkulmu Anjlok
YES MOTHER DON'T DO THAT = Yo Mbok Ojo Ngunu
YOUR AUNTIE TEACH ABOUT THAT = Bibikmu yoh sing ngajari
SOYBEAN FLOUR = Gimbal Tempe
DANCING WITHOUT PURPOSE = Ayanen
SUDDENLY HAPPY = Moroseneng
FIREWORK DUCK = Bebek mercon
TRAINING PIGEON = Ngetren doro
YOUR GRANDPA IS A DRIVER ASSISTANT = Mbahmu kernet
NOT WEARING ANY CLOTHES = Ote-ote
YOUR MOMMY PLAYING AROUND = Makmu pencilak'an
TALKING TO MUCH = Nggedabrus
YOUR MOTHER IS A GOAL KEEPER = Makmu Kiper
CRAZY EAT SHOE POLISH = Gendeng mangan semir
CHILI STICK SNACKS = Jajan biting pedes
YOUR MOMMY BEATEN BY CHICKEN = Makmu di eker-eker pitik
DRAGON EXTRAC = Nogosari
TO KETTLE = Ke-ceret
DON'T TO MILK = Ojo kesusu
MIX VEGETABLES WITH COCONUT = Urap-urap
LONG TIME NO SEE = Wes suwe picek
BRIGHT RICE = Sego padang
TOFU WITH BLACK SAUCE = Tahu petis
YOUR NOSE IS RISING = Irungmu mekrok
PUP ON PANTIES = Nggembol
DON'T CLEAR = Jangan bening
LAUGHING, I PUSH YOUR HEAD = Ngakak, Seplak ndhasmu
Wuahahahahahahahahahahahah
Walk slowly on the edge (side) of the road. (mlipir)
Fall backward and then hit own head. (nggeblak)
Ugly expressions because of pushing something out in the toilet. (ngeden)
Got hit by a truck that is moving backward. (kunduran trek)
Talk too much about unimportant thing. (cangkeman)
Smearing one's body with hot ointment or liquid and then massaging it. (mblonyo)
Going without notice/permission. (mlethas)
Walking without using anything. (nyeker)
Taking the longer way to get to the destination. (ngalang)
Riding an old bicycle. (ngonthel)
Falling/ tripping forward (and may hit own face). (kejlungup)
Side effect after circumcision. (gendhelen)
A small, sharp thing embedded inside one's skin. (susuben/ ketlusupen)
Spending a lot of time doing nothing. (mbathang)
Feeling uncomfortable because there is something that smells bad. (kambon)
Things getting out from a container accidentally because of gravity. (mbrojol)
Get hit by finger into the eyes. (kecolok)
Wrong sleep (head) position making the veins become neck pain. (tengeng)
Get farting from someone. (kentutan)
Do not have brain in the head. (pekok/ kenthir)
Get hit by thing collapsing on top of one's head/ body. (kambrukan/ kembrukan)
Drinking straight from the bottle without using glass, where whole bottle tip gets into the mouth. (ngokop)
Cannot open eyes because something is shining very bright. (blereng)
Cannot hold bowel movement. (ngebrok)
Ssomething coming out from one's rear end little by little. (keceret/ kecirit)
Hnging on tightly to something in order to be inert. (gondhelan )
Falling/ tripping accidentally because of a hole. (kejeglong)
Doing something without thinking about the consequences. (cenanangan)
Being overly active carelessly. (pecicilan/petakilan)
Feeling unwell because of cold temperature. (katisen)
Making too much noise, disturbing other people's sleep. (mbribeni)
Tripping over accidentally caused by wires, cloths, gowns etc. (kesrimpet)
Being alone (or with a companion) in the corner of a place/ room doing something suspicious. (mojok)
Pretend to be poor/ no money. (ngere)
Feeling dirty/afraid of something. (nggilani)
Pretend to be homeless, no money and never take shower. (nggembel)
A pyroclastic cloud that came out from a volcano. (wedus gembel)
Laughing Out Loud. (ngakak)
Playing blackberry whole day. (ngautis)
Sending blackberry messanger with blackberry. (bebean)
================================================
Nah sekarang kita ajak si bule belajar Boso Jowo Yuuukk..!!!!!
REAL DOG NOT JUST ILLUSION = Asu Tenan
YOUR KNEES FALLING DOWN = Dengkulmu Anjlok
YES MOTHER DON'T DO THAT = Yo Mbok Ojo Ngunu
YOUR AUNTIE TEACH ABOUT THAT = Bibikmu yoh sing ngajari
SOYBEAN FLOUR = Gimbal Tempe
DANCING WITHOUT PURPOSE = Ayanen
SUDDENLY HAPPY = Moroseneng
FIREWORK DUCK = Bebek mercon
TRAINING PIGEON = Ngetren doro
YOUR GRANDPA IS A DRIVER ASSISTANT = Mbahmu kernet
NOT WEARING ANY CLOTHES = Ote-ote
YOUR MOMMY PLAYING AROUND = Makmu pencilak'an
TALKING TO MUCH = Nggedabrus
YOUR MOTHER IS A GOAL KEEPER = Makmu Kiper
CRAZY EAT SHOE POLISH = Gendeng mangan semir
CHILI STICK SNACKS = Jajan biting pedes
YOUR MOMMY BEATEN BY CHICKEN = Makmu di eker-eker pitik
DRAGON EXTRAC = Nogosari
TO KETTLE = Ke-ceret
DON'T TO MILK = Ojo kesusu
MIX VEGETABLES WITH COCONUT = Urap-urap
LONG TIME NO SEE = Wes suwe picek
BRIGHT RICE = Sego padang
TOFU WITH BLACK SAUCE = Tahu petis
YOUR NOSE IS RISING = Irungmu mekrok
PUP ON PANTIES = Nggembol
DON'T CLEAR = Jangan bening
LAUGHING, I PUSH YOUR HEAD = Ngakak, Seplak ndhasmu
Wuahahahahahahahahahahahah
Tanda Dan Bukti Cinta Perlukah?
Tanda cinta dan bukti cinta kadang kadang juga dimanfaatkan seseorang untuk mengejar nafsu. Banyak sudah korban dari bukti dan tanda cinta yang akhirnya penyesalan. Toh bukti dan tanda cinta tidak harus berhubungan badan. Jangan pernah mencoba sebelum penikahan karena ada saatnya manusia akan jemu. Yang parah jika rasa jemu timbul disaat awal pernikahan padahal disaat itulah puncak meluapkan rasa
cinta seseorang, tidak ada tantangan lagi.
Ibarat sobat mencoba bakso untuk pertama kali, mungkin menurut sobat karena belum tahu rasa bakso mungkin sobat punya kesimpulan bahwa itulah bakso yang paling enak, trus soba mencoba bakso ketempat lain sobat mungkin menemukan bakso yang lebih enak atau bahkan lebih tidak enak dengan bakso yang pertama sobat coba, semakin dimakan tiap hari mungkin sobat akan merasa jemu.
Seumpama lain sobat ingin makan dan membeli durian tapi barangnya tinggal dikit dan tidak ada pilihan lain.
dipikiran sobat ada dua kemungkinan :
. Beli saja yang penting makan durian hari ini,
. Pikiran lain beli besok saja mungkin ada yang lebih baik.
. Jika Kamu putusin beli saja walau dikit yang penting bisa dimakan hari ini,eh tahunya besok dateng ketempat tersebut banyak durian baru yang bagus bagus, ada rasa nyesel deh sudah beli kemarin klo tahu hari ini banyak yang lebih bagus.
. jika kamu putusin beli keesokan harinya dengan harapan barang baru pasti banyak dan pilihanpun banyak,
ternyata setelah kamu dateng esok harinya durian yang baru dateng malahan lebih jelek dan jarang yang bagus, mungkin dipikiran sobat nyesel deh tidak beli kemaren walau dikit barangnya masih bagus dan baik.
Begitulah mencari jodoh, tidak ada yang sempurna dan tidak ada yang sesuai selera dan keinginan kita, semakin dicari semakin gak ketemu. Artinya dalan hidup ini tidak ada pilihan yang ada cuma kesempetan, oleh karena itu berpikirlah dengan bijaksana dan berbuatlah dengan pikiran mateng karena kesalahan dan akan melahirkan penyeselan dan airmata, terimalah segala sesuatu dengan lapang dada.
Begitulah nafsu selalu menggebu dan buat penasaran dan tidak akan pernah puas. Jadi hidup selalu ada dua pilihan dan tiap pilihan yang sudah dipilih masih ada juga dua pilihan lagi dan seterusnya. Jarang ada jalan yang hanya kekiri dan jarang ada jalan yang selalu kekanan.
cinta seseorang, tidak ada tantangan lagi.
Ibarat sobat mencoba bakso untuk pertama kali, mungkin menurut sobat karena belum tahu rasa bakso mungkin sobat punya kesimpulan bahwa itulah bakso yang paling enak, trus soba mencoba bakso ketempat lain sobat mungkin menemukan bakso yang lebih enak atau bahkan lebih tidak enak dengan bakso yang pertama sobat coba, semakin dimakan tiap hari mungkin sobat akan merasa jemu.
Seumpama lain sobat ingin makan dan membeli durian tapi barangnya tinggal dikit dan tidak ada pilihan lain.
dipikiran sobat ada dua kemungkinan :
. Beli saja yang penting makan durian hari ini,
. Pikiran lain beli besok saja mungkin ada yang lebih baik.
. Jika Kamu putusin beli saja walau dikit yang penting bisa dimakan hari ini,eh tahunya besok dateng ketempat tersebut banyak durian baru yang bagus bagus, ada rasa nyesel deh sudah beli kemarin klo tahu hari ini banyak yang lebih bagus.
. jika kamu putusin beli keesokan harinya dengan harapan barang baru pasti banyak dan pilihanpun banyak,
ternyata setelah kamu dateng esok harinya durian yang baru dateng malahan lebih jelek dan jarang yang bagus, mungkin dipikiran sobat nyesel deh tidak beli kemaren walau dikit barangnya masih bagus dan baik.
Begitulah mencari jodoh, tidak ada yang sempurna dan tidak ada yang sesuai selera dan keinginan kita, semakin dicari semakin gak ketemu. Artinya dalan hidup ini tidak ada pilihan yang ada cuma kesempetan, oleh karena itu berpikirlah dengan bijaksana dan berbuatlah dengan pikiran mateng karena kesalahan dan akan melahirkan penyeselan dan airmata, terimalah segala sesuatu dengan lapang dada.
Begitulah nafsu selalu menggebu dan buat penasaran dan tidak akan pernah puas. Jadi hidup selalu ada dua pilihan dan tiap pilihan yang sudah dipilih masih ada juga dua pilihan lagi dan seterusnya. Jarang ada jalan yang hanya kekiri dan jarang ada jalan yang selalu kekanan.
Langganan:
Postingan (Atom)