Like

Like
Tenang&damai

Assalamu Alaikum Wr.Wb

Selamat datang...


Tabe...

Silahkan masuk,,,

semoga tidak mengecewakan..
Tampilkan postingan dengan label Tragedi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tragedi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 April 2012

7 Fakta Kejahatan Kedokteran di Dunia

Kemajuan ilmu kedokteran memang bisa menyelamatkan nyawa seseorang, tapi kadang percobaan yang dilakukan para ilmuwan melanggar etika yang ada. Ini dia 7 percobaan medis terburuk yang melibatkan subyek manusia.

Seperti dikutip dari LiveScience, Jumat (17/12/2010) ada 7 percobaan medis terburuk dalam sejarah yang melibatkan manusia sebagai subyeknya, yaitu:

1. Studi Tuskegee

Studi ini berlangsung selama 40 tahun. Menurut Pusat pengendalian dan pencegahan penyakit AS, dinas kesehatan meluncurkan penelitian mengenai efek kesehatan dari sifilis yang tidak diobati. Sayangnya hal ini tidak diketahui oleh partisipan, baik yang mendapat perawatan sifilis maupun yang tidak.

Peneliti melacak perkembangan penyakit pada 399 laki-laki kulit hitam di Alabama, termasuk 201 laki-laki yang sehat. Ilmuwan mengungkapkan pada partisipan bahwa diriya sedang dirawat karena memiliki 'bad blood'. Partisipan ini tidak pernah mendapatkan perlakuan yang memadai, bahkan sampai tahun 1947 ketika penisilin menjadi pilihan obat untuk mengobati sifilis.

2. Studi sifilis di Guatemala

Antara tahun 1946-1948, pemerintah AS dan Guatemala melakukan studi bersama dengan cara sengaja menginfeksikan sifilis pada tahanan di Guatemala dan pasien di rumah sakit jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji bahan kimia yang bisa mencegah penyebaran penyakit.

Peneliti berusaha menginfeksikan subyek dengan cara menyuruhnya berhubungan seks dengan pelacur yang sudah terinfeksi. Meskipun penderita sifilis ini diberikan obat penisilin, tapi tidak ditemukannya perawatan lanjutan bagi pasien tersebut.

3. Percobaan bedah pada budak

Tokoh ginekologi modern, J Marion Sims banyak memperoleh ketenaran dengan melakukan operasi eksperimental terhadap perempuan budak. Sims melakukan percobaan pembedahan tanpa anestesi (sebagian anestesi belum ditemukan), namun ia mengungkapkan bahwa hal tersebut tidak cukup menyakitkan. Padahal dalam Journal of Medical Ethics tahun 1993 dituliskan melakukan eksperimental dengan manusia tidak dapat diterima.

4. Pembunuhan Burke dan Hale

Sampai tahun 1830-an eksekusi pembunuhan relatif jarang, sehingga banyak ahli anatomi tubuh mengambil atau membeli tubuh manusia dari para perampok. Hingga akhirnya William Hale dan temannya William Burke membuka wirausaha penginapan dan menjual tubuh untuk dijual pada para ahli anatomi. Akibat kejahatannya tersebut Burke kemudian dihukum gantung untuk kejahatannya.

5. The Monster Study

Tahun 1939 peneliti ingin membuktikan teori bahwa perilaku gagap disebabkan oleh kecemasan seorang anak untuk berbicara. Peneliti duduk dengan anak-anak anak yatim dan mengatakan bahwa anak-anak ini menunjukkan tanda-tanda kegagapan dan tidak boleh berbicara kecuali yakin bisa berbicara dengan benar. Percobaan ini membuat anak yang tadinya normal menjadi cemas dan menjadi diam.

6. Japan's Unit 731

Sepanjang tahun 1930-an sampai 1940-an, tentara kekaisaran Jepang melakukan perang biologis dan tes medis terhadap penduduk sipil dan sebagian besar China. Jumlah korban tewas dari eksperimental brutal ini tidak diketahui, tapi kemungkinan ada 200.000 orang.

Studi ini melibatkan sumur yang terinfeksi kolera, tipus, kutu dan para tahanan berbaris dalam cuaca dingin untuk menentukan pengobatan terbaik bagi radang dingin. Kekejaman lainnya adalah para tahanan ditutup matanya dengan gas racun, lalu dimasukkan ke ruangan sampai matanya keluar dan membedahnya saat masih hidup dan sadar.

7. Percobaan medis Nazi

Mungkin percobaan yang terkenal jahat sepanjang masa adalah yang dilakukan oleh Josef Mengele, seorang dokter SS di Auschwitz, dan ia mengumpulkan mata dari korban pasiennya. Percobaan ini menggunakan tahanan untuk menguji pengobatan terhadap penyakit menular dan perang kimia. Sementara yang lainnya dipaksa menjadi beku dalam ruangan bertekanan rendah sebagai percobaan penerbangan.

Sementara itu ad apula percobaan dengan cara mengikat payudara perempuan dengan tali sehingga peneliti bis amelihat berapa lama bayi bisa bertahan dengan kelaparan. Hingga akhirnya sang bayi disuntik dengan morfin mematikan untuk mengakhiri penderitaannya. Diketahui bahwa Mengele meninggal di Brazil tahun 1979 akibat stroke.

Selasa, 17 Januari 2012

Pemilik Kapal 'Titanic' Sebut Kapten Biang Kerok Kecelakaan

Roma - Francesco Schettino, kapten kapal Costa Concordia yang menabrak karang di Italia masih ditahan polisi. Meski proses peradilan belum berjalan, sang kapten sudah dianggap sebagai penyebab kecelakaan tersebut.

Diberitakan Telegraph, Selasa (17/1/2012), perusahaan pemilik kapal besar tersebut menuding sang kapten sebagai sumber masalah. Kecelakaan pun disebabkan karena 'human error' bukan karena alasan teknis.

"Perusahaan akan tetap bersama kapten dan akan membantu apa saja yang dibutuhkan, tapi kami harus tetap berpegang pada fakta dan kami tidak bisa menyangkal terjadi human error," kata juru bicara perusahaan, Luca Cari.

Luca menjelaskan, kapten Schettino telah membuat keputusan yang salah yang menimbulkan konsekuensi serius. Dia berlayar terlalu dekat ke daratan dengan risiko tinggi.

Hal ini juga didukung oleh pendapat jaksa penuntut yang memimpin penyidikan, Franco Verusio. Menurut dia, kapten Schettino mendekati pulau Giglio dengan cara yang ceroboh.

"Kapal menabrak karang yang terlihat di sebelah kiri. Kapten Schettino memegang kendali saat itu. Dia juga yang memerintahkan rute itu diambil, ada seseorang yang ingin ditunjukkan dari kapal," jelasnya.

Kapal yang dijuluki 'Titanic' Italia itu menabrak batu karang saat melintasi Pulau Giglio, Italia. Diduga sang kapten sengaja berlayar terlalu dekat ke daratan karena ingin 'menyapa' seorang temannya yang berada di pinggir pantai. Sejauh ini enam orang telah ditemukan tewas dalam musibah tersebut sementara 15 orang lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang.

Kabur, Kapten 'Titanic' Italia Menolak Disuruh Kembali ke Kapal

Roma - Percakapan telepon antara kapten kapal Costa Concordia dengan petugas pelabuhan setempat saat detik-detik kandasnya kapal terungkap ke publik. Kapten kapal pesiar mewah Italia tersebut diketahui mengabaikan perintah untuk kembali ke kapal guna mengevakuasi penumpang.

Kapten Fransesco Schettino (52) mengelak saat diminta oleh petugas pelabuhan untuk mengawasi proses evakuasi penumpang. Padahal saat itu, ratusan penumpang masih terjebak di dalam kapal yang mulai terguling.

"Sekarang, Anda pergi ke haluan kapal, Anda panjat tangga darurat dan koordinasikan evakuasi dari sana," demikian instruksi pejabat pelabuhan kepada Kapten Schettino sesuai transkrip percakapan telepon yang sempat terekam, seperti diungkapkan oleh kantor berita Italia, ANSA dan dilansir oleh AFP, Selasa (17/1/2012).

"Anda harus memberitahukan ada berapa orang, ada berapa anak-anak, wanita, dan penumpang di sana dan sebutkan jumlah pasti untuk tiap kategorinya," jelas petugas pelabuhan.

Atas instruksi tersebut, Kapten Schettiono nampaknya tidak merespon sama sekali. Sebab, kemudian dalam percakapan diketahui petugas pelabuhan berteriak memberi peringatan kepada Schettiono.

"Apa yang Anda lakukan? Apakah Anda mengabaikan evakuasi penyelamatan? Kapten, ini adalah perintah, saya yang bertanggungjawab sekarang. Anda menyatakan untuk meninggalkan kapal," ujar petugas pelabuhan tersebut.

"Sudah ada mayat," imbuh petugas tersebut.

"Berapa banyak?" tanya Schettiono.

"Itu tugas Anda untuk memberitahu saya, apa yang Anda lakukan? Apakah Anda ingin kembali ke rumah?" timpal petugas pelabuhan kembali.

Diungkapkan juga bahwa sempat terjadi 'pemberontakan' oleh awak kapal yang memutuskan untuk melakukan proses evakuasi sebelum ada perintah resmi dari kapten kapal. Saat ini, penyidik masih melakukan analisa terhadap kotak hitam kapal yang berhasil ditemukan oleh petugas penyelamat. Analisa dilakukan untuk mengetahui pergerakan kapal tersebut sebelum karam.

Kapten Schettino dan perwira pertama Ciro Ambrosio telah ditahan polisi menyusul insiden karamnya kapal pesiar Italia tersebut. Selain ditahan atas tuduhan pembunuhan yang tidak direncanakan, pria berumur 52 tahun itu juga dituduh telah meninggalkan kapalnya jauh sebelum seluruh penumpangnya dievakuasi. Ancaman hukuman maksimum atas dakwaan ini adalah 12 tahun penjara.

Sejauh ini enam korban tewas telah ditemukan dalam musibah karamnya kapal yang dijuluki 'Titanic' Italia itu. Keenam korban tewas tersebut diidentifikasi sebagai satu warga Italia, satu warga Spanyol, dua warga Prancis, satu warga Peru dan seorang korban yang belum teridentifikasi. Sedangkan 29 orang lainnya masih dilaporkan hilang.

Ini Dia Kronologi Tenggelamnya Kapal Pesiar Costa Concordia

Roma - Kapal pesiar mewah Costa Concordia tenggelam dan hinga kini 11 orang ditemukan tewas. Berdasarkan keterangan pada pejabat dan saksi mata, kapal tersebut tenggelam setelah menabrak karang di Tuscsan yang dekat dengan pulau Giglio, Italia.

Berikut kronologi menjelang tenggelamnya kapal mewah itu, seperti diberitakan AFP, Rabu (18/1/2012):

Jumat, 13 Januari 2012

- Pukul 07.00 malam waktu setempat, kapal siap berlayar dari pelabuhan Civitavecchia yang berada di dekat Roma dengan mengangkut sekitar 4.299 orang termasuk 3.000 orang turis dan lebih dari 1.000 awak kapal. Kebanyakan turis itu berasal dari Italia, Prancis, Jerman, Spanyol.

- Pukul 08.30, kebanyakan penumpang sedang menikmati makan malamnya di lima restoran dan 13 club malam di selutuh wilayah kapal Costa Concordia, termasuk beberapa di antaranya berada di dalam kabin.

- Pukul 09.30, Kapal menabrak karang di wilayah Tuscan di Pulau Giglio.

- Pukul 09.35, listrik kapal mati. Penumpang mulai panik.

- Pukul 09.45, alarm pertama berbunyi dua kali panjang dan sekali pendek yang menginformasikan kepada awak kapal tentang adanya masalah.

- Pukul 09.50, kapal mulai miring. Di resoran, perlengkapan makan mulai saling menabrak. Beberapa penumpang berlari ke luar kabinnya dan memakai pelampung.

- Pukul 10.00, beberapa penumpang mulai berkumpul di dek empat di mana sekoci berada. Kapten kapal melakukan manuver untuk mendekatkan kapal ke pantai.

- Pukul 10.10, perintah meninggalkan kapal di keluarkan dengan tujuh kali tipuan peluit pendek dan sekali tiupan panjang. Sekoci mulai diturunkan.

- Pukul 10.20, penjaga pantai mulai melakukan upaya penyelamatan dengan menggunakan speedboat dan helikopter. Warga pantai Giglio ikut membantu penyelamatan itu. Banyak penumpang yang langsung melompat ke laut dan tidak menggunakan sekoci.

- Pukul 11.15, sekoci pertama tiba di pantai Giglio.

- Pukul 11:40, Media melaporkan Kapten Francesco Schettino ditemukan di darat dalam kondisi lelah.

Hingga saat ini, pihak yang berwenang mengatakan 29 orang masih hilang setelah kapal mewah itu menabrak karang dan tenggelam. Jumlah korban yang tewas mencapai 11 orang.

Kapal yang dijuluki 'Titanic Italia' itu menabrak batu karang saat melintasi Pulau Giglio, Italia. Diduga sang kapten. Francesco Schettino, sengaja berlayar terlalu dekat ke daratan karena ingin 'menyapa' seorang temannya yang berada di pinggir pantai.

Minggu, 15 Januari 2012

KBRI Roma Telah Identifikasi 60 WNI Korban Kapal 'Titanic' Italia
Lia Harahap - detikNews
FOTO: Foto: Reuters
Jakarta - Sedikitnya 170 Warga Negara Indonesia (WNI) berada di atas kapal pesiar Costa Concordia yang karam setelah menabrak karang di lepas pantai Tuscan, Italia. Dari jumlah tersebut, Kedutaan Besar Republik Indonesia di (KBRI) Roma telah berhasil mengidentifikasi 60 WNI yang rata-rata berprofesi sebagai pekerja di kapal mewah itu.

"Dari 170 WNI yang berada di atas kapal itu, 64 orang telah berhasil diidentifikasi dan semua dalam keadaan sehat," terang Kepala Fungsi Konsuler KBRI Roma, June Kuncoro, kepada detikcom, Minggu (15/1/2012).

June mengatakan 64 orang terdiri dari 60 orang laki-laki dan 4 perempuan. Saat ini mereka tengah berada di dua hotel berbeda, yaitu Hotel Fattoria la Principina dan Hotel Nuovo Pareto. Hotel ini berada di Provinsi Grosseto, wilayah Toscana. Lokasi itu sekitar 3 jam dari tempat kejadian.

"Dua di antara mereka luka ringan, luka saat proses evakuasi, dan keduanya laki-laki," katanya.

Sedangkan untuk 110 WNI lainnya, KBRI masih terus melakukan pencarian. June berharap semua dalam keadaan sehat.

"Mereka susah dihubungi karena HP mereka mungkin hilang, selain itu berkas-berkas penting mereka juga tenggelam. Tapi kita akan terus mencari dan melakukan konfrimasi, dan memastikan agar 170 itu dalam keadaan aman," tambahnya.

Musibah terjadi pada Jumat 13 Januari 2011 saat makan malam. Ketika kapal menabrak karang, orang-orang berebutan menyelamatkan diri. Suasananya sangat kacau, menakutkan, air laut sangat dingin dan gelap gulita, persis seperti yang digambarkan di film Titanic yang dibintangi Kate Winslet dan Leonardo Di Caprio.

Dua jasad telah ditemukan yaitu dua turis Prancis dan seorang kru dari Peru. Sedangkan 40-an lainnya masih dicari. Kapal pesiar paling besar yang pernah dibangun di Italia itu saat musibah mengangkat 4.229 orang, 1.000 di antaranya kru. Kru kapal mayoritas berasal dari Asia