Jakarta: Demokrasi di Indonesia saat ini, memberikan terlalu banyak ruang terjadinya pengerahan modal secara besar-besaran, akibatnya politik uang merajalela merusak tatanan demokrasi itu sendiri. Hal ini juga yang memicu pihak-pihak yang terlibat di dalamnya menjadi kriminal.
Direktur Reform Institute Yudi Latief mengungkapkan dalam diskusi refleksi akhir tahun 2011 di DPP PKB Jakarta, Kamis (29/12). "Kekacauan politik hari ini itu sebenarnya disebabkan satu iblis, yang namanya uang. Uang merusak seluruh tatanan demokrasi kita. Desain institusi demokrasi kita memaksa kita menjadi kriminal," ujar Yudi.
Yudi mengatakan, maraknya praktik politik uang tidak akan sirna, selama tatanan demokrasi masih memberikan ruang besar bagi pihak yang bermodal banyak. Untuk itulah, ia menyarankan adanya pembatasan kampanye dan penyederhanaan mekanisme pemilu. "Selama desain demokrasi beri ruang kapital terlalu banyak, tidak akan sirna. Sederhanakan pemilihan, batasi kampanye," ujar Yudi.
Ia pun menegaskan, jika ingin mewujudkan iklim demokrasi yang berkeadilan sosial, politik harus dipimpin ide, mengedepankan gagasan, tidak hanya modal. "Kalau mau jujur banyak yang tidak mampu bayar modal politik. Terpaksa menjadi kriminal," tukasnya. (MI/RIZ)
Welcome to my blog.. Gaya bahasa Anda mungkin lebih bagus, tulisan Anda mungkin jauh lebih menarik, dan karya_karya Anda mungkin jauh lebih indah.. Tapi inilah yg dpt saya ciptakan,silahkan dibaca dan dicomentari. Karena komentar Anda sangat berarti dan menjadi masukan buat saya.. Semoga tak mengecewakan.. Terima kasih.
Like
Tenang&damai
Assalamu Alaikum Wr.Wb
Selamat datang...
Tabe...
Silahkan masuk,,,
semoga tidak mengecewakan..
Tabe...
Silahkan masuk,,,
semoga tidak mengecewakan..
Kamis, 29 Desember 2011
67 Persen Masyarakat Aceh Sakit Gigi
Harian Aceh – Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) menyatakan 67 persen dari 4,5 juta penduduk Aceh menderita sakit gigi berlubang dan bermasalah dengan gusi. Namun, kesadaran masyarakat Aceh tentang pentingnya menyikat gigi presentasinya mencapai 87,6 persen.
Murid Sekolah Dasar ikut diperiksa giginya secara gratis di gedung Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh, Banda Aceh, Kamis (29/12). Pengobatan serta pemeriksaan gigi secara gratis tersebut merupakan rangkaian kegiatan Bulan Kesehatan Gigi Nasional.(HARIAN ACEH | RAHMAD KELANA)
Hal itu disampaikan Manajer Oral Care PT Unilever Indonesia Tbk, drg Ratu Affifah Mirah Affah, pada penyelenggaraan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) di Gedung Balai Dokumentasi dan Informasi Aceh, Kamis (29/12).
Berdasarkan hasil penelitian tahun 2007, kata Ratu Affifah, kasus penyakit gigi aktif di Aceh tergolong tinggi, yakni sekitar 41 persen. Akan tetapi, data ini tergolong rendah bila dibandingkan 61 persen warga Aceh yang mengalami pengalaman sakit gigi dan gusi.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Aceh M Yani menjelaskan, penyebab melonjaknya penyakit gigi di Aceh, salah satunya dikarenakan minimnya tenaga medis bidang kesehatan gigi. Menurutnya, terbatasnya jumlah dokter gigi mempengaruhi kesadaran masyarakat Aceh akan pentingnya kesehatan gigi dan gusi.
“Berdasarkan sensus tahun 2010, dia Aceh hanya tersedia 250 dokter gigi yang harus melayani 4, 485, 730 warga Aceh,” ungkapnya.
M Yani melannjutkan, selain faktor kurangnya dokter gigi, di Aceh juga terbatasnya penerimaan PNS dokter gigi di daerah dan terbatasnya penyebaran dokter spesialis gigi di sejumlah puskesmas di daerah-daerah. Kondisi ini, kata Yani akan berdampak pada kelanjutan terhadap layanan bagi masyarakat setempat.
“Bukan hanya minim dokter gigi, tapi masalahnya juga masih rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya gigi yang sehat,” katanya. (mar)
Murid Sekolah Dasar ikut diperiksa giginya secara gratis di gedung Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh, Banda Aceh, Kamis (29/12). Pengobatan serta pemeriksaan gigi secara gratis tersebut merupakan rangkaian kegiatan Bulan Kesehatan Gigi Nasional.(HARIAN ACEH | RAHMAD KELANA)
Hal itu disampaikan Manajer Oral Care PT Unilever Indonesia Tbk, drg Ratu Affifah Mirah Affah, pada penyelenggaraan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) di Gedung Balai Dokumentasi dan Informasi Aceh, Kamis (29/12).
Berdasarkan hasil penelitian tahun 2007, kata Ratu Affifah, kasus penyakit gigi aktif di Aceh tergolong tinggi, yakni sekitar 41 persen. Akan tetapi, data ini tergolong rendah bila dibandingkan 61 persen warga Aceh yang mengalami pengalaman sakit gigi dan gusi.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Aceh M Yani menjelaskan, penyebab melonjaknya penyakit gigi di Aceh, salah satunya dikarenakan minimnya tenaga medis bidang kesehatan gigi. Menurutnya, terbatasnya jumlah dokter gigi mempengaruhi kesadaran masyarakat Aceh akan pentingnya kesehatan gigi dan gusi.
“Berdasarkan sensus tahun 2010, dia Aceh hanya tersedia 250 dokter gigi yang harus melayani 4, 485, 730 warga Aceh,” ungkapnya.
M Yani melannjutkan, selain faktor kurangnya dokter gigi, di Aceh juga terbatasnya penerimaan PNS dokter gigi di daerah dan terbatasnya penyebaran dokter spesialis gigi di sejumlah puskesmas di daerah-daerah. Kondisi ini, kata Yani akan berdampak pada kelanjutan terhadap layanan bagi masyarakat setempat.
“Bukan hanya minim dokter gigi, tapi masalahnya juga masih rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya gigi yang sehat,” katanya. (mar)
Kapolres Pidie Dilaporkan ke Propam Polda
Harian Aceh – Kapolres Pidie dilaporkan ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Aceh oleh keluarga almarhum Basri, warga Beuah Kecamatan Delima, Pidie, terkait pernyataan Kapolres di sebuah media lokal edisi 21 September 2011, korban tergantung di pohon lasam karena bunuh diri.
Pengaduan itu dilakukan Rosyidah, 26, warga Seunadue, Kecamatan Padang Tiji, selaku kakak kandung korban, Rabu (28/12). Ia didampingi kuasa hukum Safaruddin SH.
Pada Harian Aceh Rosyidah mengatakan, keluarga korban tak terima pernyataan Kapolres Pidie AKBP Dumadi yang mengatakan penyebab kematian Basri adalah bunuh diri.
Menurut mereka, jika melihat luka di sekujur tubuh almarhum, ada indikasi korban sengaja dibunuh. “Jadi kami sangat tidak terima atas pernyataan Kapolres di media masa saat itu dan kami laporkan ke Propam Polda,” katanya.
Hingga saat ini, pihaknya masih bertanya-tanya soal pernyataan Kapolres. “Kami menyimpulkan, adik kami bukan mati bunuh diri tetapi dibunuh. Karena malas menyelidiki, polisi langsung menyatakan bunuh diri agar kasus tersebut dihentikan,” imbuh Rosyidah.
Sementara itu, Kapolres Pidie AKBP Dumadi Sst Mk melalui Kasat Reskrim AKP Jatmko saat dikonfirmasi Harian Aceh, kemarin mengatakan, berdasarkan bukti dari lapangan dan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pihaknya punya bukti kalau korban bunuh diri.
Saat ditemukan di lokasi tersebut, korban dalam keadaan utuh, radius 5 meter lingkaran TKP, kondisi rumput pun masih utuh tidak teracak-acak, termasuk sandal dan pakaian tertata rapi dan sepmornya diparkir bagus.
“Korban ditemukan tergantung, konon lagi sejumlah keterangan, korban terlilit dengan utang,” terang Jatmiko.
Disinggung soal tindakan keluarga korban yang melaporkan pihaknya ke Propam, menurut dia tidak ada alasan. Namun itu semua merupakan hak mereka.
“Kita selaku aparat hukum siap mengahadapinya, apalagi kami punya data kuat sebagai data pendukung,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, warga Gampong Sukon Lhong Kecamatan Delima, Basri bin Sofyan, 40, ditemukan tewas tergantung pada pohon lasam dalam perkebunan di Gampong Blang Cut Kecamatan Mila, Pidie, Selasa, 20 September 2011, sekira pukul 11.00 WIB.(ari)
Pengaduan itu dilakukan Rosyidah, 26, warga Seunadue, Kecamatan Padang Tiji, selaku kakak kandung korban, Rabu (28/12). Ia didampingi kuasa hukum Safaruddin SH.
Pada Harian Aceh Rosyidah mengatakan, keluarga korban tak terima pernyataan Kapolres Pidie AKBP Dumadi yang mengatakan penyebab kematian Basri adalah bunuh diri.
Menurut mereka, jika melihat luka di sekujur tubuh almarhum, ada indikasi korban sengaja dibunuh. “Jadi kami sangat tidak terima atas pernyataan Kapolres di media masa saat itu dan kami laporkan ke Propam Polda,” katanya.
Hingga saat ini, pihaknya masih bertanya-tanya soal pernyataan Kapolres. “Kami menyimpulkan, adik kami bukan mati bunuh diri tetapi dibunuh. Karena malas menyelidiki, polisi langsung menyatakan bunuh diri agar kasus tersebut dihentikan,” imbuh Rosyidah.
Sementara itu, Kapolres Pidie AKBP Dumadi Sst Mk melalui Kasat Reskrim AKP Jatmko saat dikonfirmasi Harian Aceh, kemarin mengatakan, berdasarkan bukti dari lapangan dan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pihaknya punya bukti kalau korban bunuh diri.
Saat ditemukan di lokasi tersebut, korban dalam keadaan utuh, radius 5 meter lingkaran TKP, kondisi rumput pun masih utuh tidak teracak-acak, termasuk sandal dan pakaian tertata rapi dan sepmornya diparkir bagus.
“Korban ditemukan tergantung, konon lagi sejumlah keterangan, korban terlilit dengan utang,” terang Jatmiko.
Disinggung soal tindakan keluarga korban yang melaporkan pihaknya ke Propam, menurut dia tidak ada alasan. Namun itu semua merupakan hak mereka.
“Kita selaku aparat hukum siap mengahadapinya, apalagi kami punya data kuat sebagai data pendukung,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, warga Gampong Sukon Lhong Kecamatan Delima, Basri bin Sofyan, 40, ditemukan tewas tergantung pada pohon lasam dalam perkebunan di Gampong Blang Cut Kecamatan Mila, Pidie, Selasa, 20 September 2011, sekira pukul 11.00 WIB.(ari)
Pemakaman Kim Jong-Il Diiringi Tangis Warga Korea Utara
Pyongyang: Upacara pemakaman pemimpin Korea Utara Kim Jong-Il diiringi isak tangis warga. Upacara pemakaman jenazah Kim Jong-Il berlangsung di tengah cuaca yang bersalju di Ibu Kota Korea Utara Pyongyang.
Iring-iringan kendaraan pembawa jenazah Kim Jong-Il berjalan perlahan di atas jalan yang diselimuti salju. Warga yang menyaksikan iring-iringan kendaraan langsung berurai air mata melepaskan kepergian pemimpin mereka.
Ribuan tentara yang ikut dalam upacara membungkukkan badan sebagai penghormatan terakhir kepada pemimpin mereka. Upacara pemakaman dipimpin anak Jong-Il yang juga jadi penggantinya, Kim Jong-Un. Kim Jong-Un akan menjadi anggota keluarga Kim ketiga yang akan memimpin Korea Utara.
Korea Utara mengklaim tengah menuju bangsa yang kuat dan sejahtera. Namun negara itu akan menghadapi masa transisi yang cukup rawan karena dipimpin oleh seorang pemimpin muda yang baru berusia 27 tahun dan belum teruji. Korea Utara bisa disebut kuat karena telah melakukan dua kali uji coba nuklir dan memiliki ambisi memiliki kekuatan nuklir. (DOR)
Iring-iringan kendaraan pembawa jenazah Kim Jong-Il berjalan perlahan di atas jalan yang diselimuti salju. Warga yang menyaksikan iring-iringan kendaraan langsung berurai air mata melepaskan kepergian pemimpin mereka.
Ribuan tentara yang ikut dalam upacara membungkukkan badan sebagai penghormatan terakhir kepada pemimpin mereka. Upacara pemakaman dipimpin anak Jong-Il yang juga jadi penggantinya, Kim Jong-Un. Kim Jong-Un akan menjadi anggota keluarga Kim ketiga yang akan memimpin Korea Utara.
Korea Utara mengklaim tengah menuju bangsa yang kuat dan sejahtera. Namun negara itu akan menghadapi masa transisi yang cukup rawan karena dipimpin oleh seorang pemimpin muda yang baru berusia 27 tahun dan belum teruji. Korea Utara bisa disebut kuat karena telah melakukan dua kali uji coba nuklir dan memiliki ambisi memiliki kekuatan nuklir. (DOR)
Kim Jong-un Diumumkan jadi Pemimpin Agung Korea Utara
Pyongyang: Ribuan warga Korea Utara berkumpul di alun-alun utama Pyongyang untuk mengikuti upacara peringatan dan penghormatan kepada mantan pemimpin negara itu, mendiang Kim Jong-il, Kamis (29/12). Pada kesempatan itu, pemimpin upacara Kim Yong-nam mengatakan bahwa putra Jong-il, Kim Jong-un saat ini resmi sebagai Pemimpin Agung dari partai berkuasa, militer, dan rakyat Korea Utara.
Hadir dalam acara itu pejabat senior partai, termasuk pejabat senior Partai Pekerja Choe Thae Bok dan Kim Ki-am serta pejabat militer senior Kim Jong-gak. Yong-nam mengatakan Jong-un sebagai Pemimpin Agung mewarisi ideologi karakter dan revolusioner ayahnya.
Upacara peringatan dimulai dengan mengheningkan cipta sebagai penghormatan kepada Kim Jong-il. Jong-il memimpin sekitar 24 juta rakyat Korea Utara secara absolut setelah ayahnya Kim Il-sung meninggal dunia tahun 1994.(DSY)
Hadir dalam acara itu pejabat senior partai, termasuk pejabat senior Partai Pekerja Choe Thae Bok dan Kim Ki-am serta pejabat militer senior Kim Jong-gak. Yong-nam mengatakan Jong-un sebagai Pemimpin Agung mewarisi ideologi karakter dan revolusioner ayahnya.
Upacara peringatan dimulai dengan mengheningkan cipta sebagai penghormatan kepada Kim Jong-il. Jong-il memimpin sekitar 24 juta rakyat Korea Utara secara absolut setelah ayahnya Kim Il-sung meninggal dunia tahun 1994.(DSY)
Rakyat Korut Heningkan Cipta di Hadapan Kim Jong-un Download : Video | Audio Metrotvnews.com, Pyongyang: Rakyat Korea Utara mengheningkan cipta sela
Pyongyang: Rakyat Korea Utara mengheningkan cipta selama tiga menit untuk menghormati mendiang Kim Jong Il. Rakyat Korea Utara mengheningkan cipta pada tengah hari, sebagai penghormatan kepada mantan pemimpin mereka, Kim Jong Il, yang meninggal dunia pada 17 Desember lalu.
Sebelumnya puluhan ribu warga Korea Utara berkumpul di alun-alun utama Kim Il Sung di Pyongyang, untuk mengikuti upacara peringatan dan penghormatan kepada mendiang Kim Jong Il.
Pemimpin Korut yang baru, Kim Jong Un hadir dalam upacara tersebut bersama para pejabat senior partai. Pemimpin upacara Kim Yong Nam mengatakan, Kim Jong Un saat ini sebagai pemimpin agung dari partai berkuasa, militer dan rakyat Korut.
Di depan lautan warga Korut di alun alun utama Pyongyang, Kim Yong Nam juga mengatakan, Kim Jong Un mewarisi ideologi, karakter dan revolusioner ayahnya, Kim Jong Il.(RIZ)
Sebelumnya puluhan ribu warga Korea Utara berkumpul di alun-alun utama Kim Il Sung di Pyongyang, untuk mengikuti upacara peringatan dan penghormatan kepada mendiang Kim Jong Il.
Pemimpin Korut yang baru, Kim Jong Un hadir dalam upacara tersebut bersama para pejabat senior partai. Pemimpin upacara Kim Yong Nam mengatakan, Kim Jong Un saat ini sebagai pemimpin agung dari partai berkuasa, militer dan rakyat Korut.
Di depan lautan warga Korut di alun alun utama Pyongyang, Kim Yong Nam juga mengatakan, Kim Jong Un mewarisi ideologi, karakter dan revolusioner ayahnya, Kim Jong Il.(RIZ)
Selasa, 27 Desember 2011
Korban Banjir Lahar Dingin Ternate jadi 3 Orang
Download : Video | Audio
Metrotvnews.com, Ternate: Korban meninggal akibat terjangan banjir lahar dingin di Kota Ternate, Maluku Utara, bertambah menjadi tiga orang. Lima orang lainnya saat ini dirawat di Rumah Sakit Hasan Busoiri karena luka berat.
Tiga warga yang meninggal dunia adalah Iskandar Yasin berusia 32 tahun dan anaknya Galang Iskandar yang berusia 9 tahun. Satu lagi adalah keponakannya, Iga Safira berumur 10 tahun. Ketiganya adalah warga Desa Tubo, Ternate Utara.
Menurut saksi mata, Iskandar ikut terseret banjir saat akan menyelamatkan anak dan keponakannya yang terseret lebih dulu. Keluarganya sempat membawa tiga korban itu ke rumah sakit, namun nyawa mereka tidak tertolong lagi.
Lima warga Tubo lainnya yang mengalami luka berat, harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Sedangkan sejumlah warga yang luka ringan telah diperbolehkan untuk rawat jalan.
Desa Tubo merupakan wilayah yang paling parah diterjang banjir lahar dingin. Sekitar 90 persen rumah warga di desa tersebut rusak parah, bahkan ada rumah yang hilang terseret arus. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Ternate masih terus mendata rumah rusak dan mencari kemungkinan adanya korban lain.(DSY)
Metrotvnews.com, Ternate: Korban meninggal akibat terjangan banjir lahar dingin di Kota Ternate, Maluku Utara, bertambah menjadi tiga orang. Lima orang lainnya saat ini dirawat di Rumah Sakit Hasan Busoiri karena luka berat.
Tiga warga yang meninggal dunia adalah Iskandar Yasin berusia 32 tahun dan anaknya Galang Iskandar yang berusia 9 tahun. Satu lagi adalah keponakannya, Iga Safira berumur 10 tahun. Ketiganya adalah warga Desa Tubo, Ternate Utara.
Menurut saksi mata, Iskandar ikut terseret banjir saat akan menyelamatkan anak dan keponakannya yang terseret lebih dulu. Keluarganya sempat membawa tiga korban itu ke rumah sakit, namun nyawa mereka tidak tertolong lagi.
Lima warga Tubo lainnya yang mengalami luka berat, harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Sedangkan sejumlah warga yang luka ringan telah diperbolehkan untuk rawat jalan.
Desa Tubo merupakan wilayah yang paling parah diterjang banjir lahar dingin. Sekitar 90 persen rumah warga di desa tersebut rusak parah, bahkan ada rumah yang hilang terseret arus. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Ternate masih terus mendata rumah rusak dan mencari kemungkinan adanya korban lain.(DSY)
Langganan:
Postingan (Atom)