Download : Video | Audio
Metrotvnews.com, Ternate: Korban meninggal akibat terjangan banjir lahar dingin di Kota Ternate, Maluku Utara, bertambah menjadi tiga orang. Lima orang lainnya saat ini dirawat di Rumah Sakit Hasan Busoiri karena luka berat.
Tiga warga yang meninggal dunia adalah Iskandar Yasin berusia 32 tahun dan anaknya Galang Iskandar yang berusia 9 tahun. Satu lagi adalah keponakannya, Iga Safira berumur 10 tahun. Ketiganya adalah warga Desa Tubo, Ternate Utara.
Menurut saksi mata, Iskandar ikut terseret banjir saat akan menyelamatkan anak dan keponakannya yang terseret lebih dulu. Keluarganya sempat membawa tiga korban itu ke rumah sakit, namun nyawa mereka tidak tertolong lagi.
Lima warga Tubo lainnya yang mengalami luka berat, harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Sedangkan sejumlah warga yang luka ringan telah diperbolehkan untuk rawat jalan.
Desa Tubo merupakan wilayah yang paling parah diterjang banjir lahar dingin. Sekitar 90 persen rumah warga di desa tersebut rusak parah, bahkan ada rumah yang hilang terseret arus. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Ternate masih terus mendata rumah rusak dan mencari kemungkinan adanya korban lain.(DSY)
Welcome to my blog.. Gaya bahasa Anda mungkin lebih bagus, tulisan Anda mungkin jauh lebih menarik, dan karya_karya Anda mungkin jauh lebih indah.. Tapi inilah yg dpt saya ciptakan,silahkan dibaca dan dicomentari. Karena komentar Anda sangat berarti dan menjadi masukan buat saya.. Semoga tak mengecewakan.. Terima kasih.
Like
Tenang&damai
Assalamu Alaikum Wr.Wb
Selamat datang...
Tabe...
Silahkan masuk,,,
semoga tidak mengecewakan..
Tabe...
Silahkan masuk,,,
semoga tidak mengecewakan..
Selasa, 27 Desember 2011
Senin, 26 Desember 2011
Diiringi Dentuman Dahsyat, Lokon Kembali Meletus
TOMOHON-Diiringi suara dentuman yang cukup dahsyat, Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara kembali meletus, Selasa 27 Desember 2011. Letusan yang disertai semburan abu vulkanik ini setidaknya terjadi tiga kali dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama.
Dimana, letusan pertama terjadi pada pukul 03.07 Wita dengan amplitudo 45 mm dengan lama kegempaan 150 detik, disusul pukul 03.21 Wita amplitudo 45 mm, lama kegempaan 45 detik dan kemudian pukul 03.24 Wita, amplitudo 45 mm dan lama kegempaan 85 detik. Sedangkan untuk ketinggian abu vulkanik tidak bisa terpantau karena secara visual pada saat terjadinya letusan, gunung tertutup kabut.
Sementara itu, dari catatan seismik di Pos Pemantau Gunung Api Lokon dan Mahawu di Kelurahan Kakaskasen III, Kecamatan Tomohon Utara, sebelum terjadinya letusan setidaknya telah terjadi 206 kali gempa vulkanik dalam dan dangkal dengan amplitudo 20-45 mm dan 3-20 mm dengan lama gempa 7-30 detik dan 3-7 detik.
STATUS BELUM DITINGKATKAN
Meskipun demikian, untuk status Gunung Lokon saat ini masih tetap dipertahankan di level III (siaga). “Belum ada peningkatan status, tetap siaga atau level III,” ujar Farid Ruskanda Bina, Kepala Pos Pemantau Gunung Api Lokon dan Mahawu kepada beritamanado.com.
Namun menurutnya, warga yang bermukim di daerah Kawasan Rawan Bencana (KRB) agar tetap waspada mengantisipasi apabila terjadi letusan susulan. “Pasca letusan, sejumlah pihak terkait telah dihubungi seperti pemerintah daerah baik Pemprov Sulut dan Pemkot Tomohon, Badan Vulkanologi di Bandung, aparat kepolisian, TNI dan pihak Bandar Udara Sam Ratulangi Manado,” ujarnya sembari menambahkan sebelumnya telah terjadi empat kali letusan ringan yakni pada tanggal 22 Desember dua kali letusan yakni pukul 18.37 dan 21. 31 Wita, 23 Desember satu kali letusan pukul 15.26 Wita dan 26 Desember pukul 05.17 Wita. (iker)
Dimana, letusan pertama terjadi pada pukul 03.07 Wita dengan amplitudo 45 mm dengan lama kegempaan 150 detik, disusul pukul 03.21 Wita amplitudo 45 mm, lama kegempaan 45 detik dan kemudian pukul 03.24 Wita, amplitudo 45 mm dan lama kegempaan 85 detik. Sedangkan untuk ketinggian abu vulkanik tidak bisa terpantau karena secara visual pada saat terjadinya letusan, gunung tertutup kabut.
Sementara itu, dari catatan seismik di Pos Pemantau Gunung Api Lokon dan Mahawu di Kelurahan Kakaskasen III, Kecamatan Tomohon Utara, sebelum terjadinya letusan setidaknya telah terjadi 206 kali gempa vulkanik dalam dan dangkal dengan amplitudo 20-45 mm dan 3-20 mm dengan lama gempa 7-30 detik dan 3-7 detik.
STATUS BELUM DITINGKATKAN
Meskipun demikian, untuk status Gunung Lokon saat ini masih tetap dipertahankan di level III (siaga). “Belum ada peningkatan status, tetap siaga atau level III,” ujar Farid Ruskanda Bina, Kepala Pos Pemantau Gunung Api Lokon dan Mahawu kepada beritamanado.com.
Namun menurutnya, warga yang bermukim di daerah Kawasan Rawan Bencana (KRB) agar tetap waspada mengantisipasi apabila terjadi letusan susulan. “Pasca letusan, sejumlah pihak terkait telah dihubungi seperti pemerintah daerah baik Pemprov Sulut dan Pemkot Tomohon, Badan Vulkanologi di Bandung, aparat kepolisian, TNI dan pihak Bandar Udara Sam Ratulangi Manado,” ujarnya sembari menambahkan sebelumnya telah terjadi empat kali letusan ringan yakni pada tanggal 22 Desember dua kali letusan yakni pukul 18.37 dan 21. 31 Wita, 23 Desember satu kali letusan pukul 15.26 Wita dan 26 Desember pukul 05.17 Wita. (iker)
Minggu, 25 Desember 2011
Amankah Bercinta dengan Wanita yang Sedang Keputihan?
detikcom - Jakarta, Keputihan karena infeksi jamur atau bakteri pada organ intim wanita dapat menimbulkan gejala-gejala yang menjengkelkan, terutama pada wanita yang sudah menikah. Amankah bercinta dengan wanita yang sedang keputihan?
Keputihan sebenarnya adalah cairan vagina yang bertambah secara abnormal. Pada dasarnya, cairan vagina berfungsi untuk membersihkan dan melindungi vagina. Bertambahnya cairan vagina secara normal dapat terjadi, misalnya saat kehamilan, saat masa subur ataupun akibat rangsangan seksual.
Cairan vagina normal biasanya tak berbau, bening sampai agak keputihan dengan konsistensi cair berlendir.
Namun pada keputihan, biasanya disertai bau (bau asam, busuk), berwarna kekuningan, kehijauan, keabuan, konsistensi menjadi lebih kental (dapat menyerupai ingus) dan dapat disertai gatal. Mungkin juga terdapat rasa nyeri saat berhubungan seksual atau terdapat bercak darah.
Pada kondisi seperti ini, sebaiknya hubungan intim suami istri jangan dulu dilakukan, karena ada beberapa bahaya kesehatan.
"Hubungan intim ketika istri sedang mengalami keputihan (Fluor-albus) sebaiknya tidak Anda lakukan. Masalahnya, akan mengakibatkan iritasi, inflamasi (peradangan) dan infeksi pada isteri dan Anda pula," jelas Dr Andri Wanananda MS, seksolog dari Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta, dalam konsultasi kesehatan detikHealth, Sabtu (24/12/2011).
Keputihan disebabkan oleh infeksi, baik bakteri, jamur, virus dan parasit. Ada pula keputihan yang diakibatkan oleh alergi (misalnya terhadap karet kondom) atau dipicu benda asing misalnya pada pengguna IUD (intrauterine device) atau spiral KB.
Namun bila disertai bercak darah yang tidak sedikit, harus dipikirkan kemungkinan adanya tumor atau kanker.
"Hendaknya dalam hubungan intim harus berakhir dengan kenikmatan orgasme yang untuk mencapainya harus dengan alat-alat genital yang dalam kondisi sehat," lanjut Dr Andri.
Untuk mengatasi keputihan secara tepat, sebaiknya dilakukan analisis secara akurat, mengenai penyebab dan faktor risiko. Pernah tidaknya kontak seksual merupakan hal penting yang wajib diutarakan untuk memperkirakan penyebabnya.
Bila sudah lama mengalaminya, lebih bijaksana bila Anda meluangkan waktu untuk berobat ke dokter kulit dan kelamin agar dapat dianalisis secara tepat dan mendalam.
Keputihan sebenarnya adalah cairan vagina yang bertambah secara abnormal. Pada dasarnya, cairan vagina berfungsi untuk membersihkan dan melindungi vagina. Bertambahnya cairan vagina secara normal dapat terjadi, misalnya saat kehamilan, saat masa subur ataupun akibat rangsangan seksual.
Cairan vagina normal biasanya tak berbau, bening sampai agak keputihan dengan konsistensi cair berlendir.
Namun pada keputihan, biasanya disertai bau (bau asam, busuk), berwarna kekuningan, kehijauan, keabuan, konsistensi menjadi lebih kental (dapat menyerupai ingus) dan dapat disertai gatal. Mungkin juga terdapat rasa nyeri saat berhubungan seksual atau terdapat bercak darah.
Pada kondisi seperti ini, sebaiknya hubungan intim suami istri jangan dulu dilakukan, karena ada beberapa bahaya kesehatan.
"Hubungan intim ketika istri sedang mengalami keputihan (Fluor-albus) sebaiknya tidak Anda lakukan. Masalahnya, akan mengakibatkan iritasi, inflamasi (peradangan) dan infeksi pada isteri dan Anda pula," jelas Dr Andri Wanananda MS, seksolog dari Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta, dalam konsultasi kesehatan detikHealth, Sabtu (24/12/2011).
Keputihan disebabkan oleh infeksi, baik bakteri, jamur, virus dan parasit. Ada pula keputihan yang diakibatkan oleh alergi (misalnya terhadap karet kondom) atau dipicu benda asing misalnya pada pengguna IUD (intrauterine device) atau spiral KB.
Namun bila disertai bercak darah yang tidak sedikit, harus dipikirkan kemungkinan adanya tumor atau kanker.
"Hendaknya dalam hubungan intim harus berakhir dengan kenikmatan orgasme yang untuk mencapainya harus dengan alat-alat genital yang dalam kondisi sehat," lanjut Dr Andri.
Untuk mengatasi keputihan secara tepat, sebaiknya dilakukan analisis secara akurat, mengenai penyebab dan faktor risiko. Pernah tidaknya kontak seksual merupakan hal penting yang wajib diutarakan untuk memperkirakan penyebabnya.
Bila sudah lama mengalaminya, lebih bijaksana bila Anda meluangkan waktu untuk berobat ke dokter kulit dan kelamin agar dapat dianalisis secara tepat dan mendalam.
Korban Tewas Akibat Bom di Gereja Nigeria Jadi 35 Orang
Madalla - Pemerintah Nigeria memastikan aksi bom di dekat sebuah gereja di dekat ibukota Nigeria, Abuja, menewaskan 35 orang. Jumlah itu termasuk seorang pelaku bom bunuh diri dan tiga petugas keamanan setempat.
"Tiga petugas meninggal. Pelaku bom bunuh diri tewas," kata seorang petugas dari Departemen Luar Negeri Nigeria seperti diberitakan AFP, Senin (26/12/2011).
Dalam pernyataannya, petugas itu mengatakan serangan bom menargetkan satu kantor di kota timur laut Damaturu.
Seperti diketahui bom tersebut meledak menjelang perayaan Natal. Seorang juru bicara Badan Darurat Nasional, Yushau Shuaib mengatakan saat bom meledak, beberapa orang berada di dalam gereja.
Hingga kini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas aksi pembonan itu.
"Tiga petugas meninggal. Pelaku bom bunuh diri tewas," kata seorang petugas dari Departemen Luar Negeri Nigeria seperti diberitakan AFP, Senin (26/12/2011).
Dalam pernyataannya, petugas itu mengatakan serangan bom menargetkan satu kantor di kota timur laut Damaturu.
Seperti diketahui bom tersebut meledak menjelang perayaan Natal. Seorang juru bicara Badan Darurat Nasional, Yushau Shuaib mengatakan saat bom meledak, beberapa orang berada di dalam gereja.
Hingga kini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas aksi pembonan itu.
Kapal Tugboat Tenggelam di Bintan
Metrotvnews.com, Tanjungpinang: Sebuah kapal tunda atau tugboat tenggelam di perairan Bukit Panglong, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Ahad (25/12).
"Tiga dari lima orang anak buah kapal berhasil dievakuasi, sementara dua orang lagi masih dalam pencarian," kata Kepala Kantor Badan SAR Nasional Tanjungpinang, Bambang Subagyo, di Tanjungpinang, Minggu malam.
Menurut Bambang, tugboat tersebut tenggelam sekitar pukul 17.00 WIB di titik koordinat 00 50 99 N dan 104 36 99 E. Tim SAR Tanjungpinang, menurut Bambang, dengan sejumlah aparat terkait dan nelayan sekitar lokasi kejadian sedang melakukan pencarian korban.
"Kami menurunkan sekitar sepuluh orang anggota SAR dengan menggunakan perahu karet. Lokasi kejadian tidak berada di tengah laut tapi di pinggir," ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Bintan Timur melalui Kanit Reskrim Polsek Bintan Timur Iptu Dadi P mengatakan tugboat yang diketahui dengan merek lambung Kijang 3 tersebut tenggelam akibat ditabrak kapal tongkang yang sedang didorongnya untuk perbaikan.
"Tugboat Kijang 3 sedang mendorong kapal tongkang yang juga ditarik menggunakan kabel sling, karena kabel sling yang menarik tongkang itu putus. Akibatnya, tongkang menabrak tugboat hingga tenggelam," ujarnya.
Dua orang korban masih dalam pencarian dan enam orang yang sudah berhasil dievakuasi dan dibawa ke puskesmas terdekat.
"Kami masih di lapangan melakukan pencarian, info selengkapnya akan kami kabari sesaat lagi," pungkasnya. (MI/DNI)
"Tiga dari lima orang anak buah kapal berhasil dievakuasi, sementara dua orang lagi masih dalam pencarian," kata Kepala Kantor Badan SAR Nasional Tanjungpinang, Bambang Subagyo, di Tanjungpinang, Minggu malam.
Menurut Bambang, tugboat tersebut tenggelam sekitar pukul 17.00 WIB di titik koordinat 00 50 99 N dan 104 36 99 E. Tim SAR Tanjungpinang, menurut Bambang, dengan sejumlah aparat terkait dan nelayan sekitar lokasi kejadian sedang melakukan pencarian korban.
"Kami menurunkan sekitar sepuluh orang anggota SAR dengan menggunakan perahu karet. Lokasi kejadian tidak berada di tengah laut tapi di pinggir," ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Bintan Timur melalui Kanit Reskrim Polsek Bintan Timur Iptu Dadi P mengatakan tugboat yang diketahui dengan merek lambung Kijang 3 tersebut tenggelam akibat ditabrak kapal tongkang yang sedang didorongnya untuk perbaikan.
"Tugboat Kijang 3 sedang mendorong kapal tongkang yang juga ditarik menggunakan kabel sling, karena kabel sling yang menarik tongkang itu putus. Akibatnya, tongkang menabrak tugboat hingga tenggelam," ujarnya.
Dua orang korban masih dalam pencarian dan enam orang yang sudah berhasil dievakuasi dan dibawa ke puskesmas terdekat.
"Kami masih di lapangan melakukan pencarian, info selengkapnya akan kami kabari sesaat lagi," pungkasnya. (MI/DNI)
Masa Tanggap Darurat di Kukar Diperpanjang Hingga 17 Februari 2012
Jakarta - Masa tanggap darurat pasca ambruknya Jembatan Kukar di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, kembali diperpanjang 54 hari. Dengan begitu, masa tanggap darurat berakhir hingga 17 Februari 2012 mendatang.
"Bupati Kukar (Rita Widyasari) memutuskan memperpanjang kedua kalinya masa tanggap daruat. Diberlakukan sejak 26 Desember 2011," kata Kabag Humas dan Protokol Pemkab Kukar Sri Wahyuni, ketika dihubungi detikcom, Minggu (25/12/2011) malam.
Sebelumnya, masa tanggap darurat yang dinyatakan oleh pemerintah pusat berlaku 2 pekan sejak tanggal 26 November 2011. Kemudian, diperpanjang kembali oleh Pemkab Kukar 10 Desember-25 Desember 2011. Kali ini, SK Bupati Nomor 749/SK-BUP/HK/2011 tanggal 24 Desember 2011, perpanjangan masa tanggap darurat diputuskan kembali berdasarkan hasil evaluasi Tim Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB) Kukar.
"Masih ada pelapor kehilangan keluarganya yang belum memperoleh kepastian keberadaannya dan menginginkan agar proses evakuasi tetap berlanjut sesuai dengan hasil dialog dengan keluarga korban bersama Bupati," ujar Sri.
"Berdasarkan hasil penyelaman yang dilakukan oleh para penyelam tradisional, beberapa rangka kendaraan yang diduga terdapat jenazah korban di dalamnya sudah dalam posisi ikat dan siap angkat. Tapi karena kendala teknis rangka kendaraan tersebut belum dapat terevakuasi," tambahnya.
Dijelaskan Sri, berdasarkan Pasal 46 ayat 4 PP No. 21 tahun 2008, pencarian korban dapat dibuka kembali dengan pertimbangan adanya indikasi terdapatnya korban.
"Tim Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB) Kutai Kartanegara akan melanjutkan proses evakuasi dengan melibatkan para penyelam tradisional maupun jasa pihak ketiga," sebut Sri.
Masih menurut Sri Wahyuni, Bupati Kukar Rita Widyasari menegaskan akan menggandeng pihak ketiga, dalam hal ini pihak swasta, untuk proses evakuasi korban yang diduga terdapat di dalam kendaraan yang masih terperangkap di sekitar rangka jembatan yang ada di dasar sungai.
“Kita berharap proses evakuasi ini bisa tuntas, agar keluarga korban mendapat kepastian keberadaan korban hilang. Termasuk berkonsultasi dengan tim ahli Kementerian PU terkait dengan pekerjaan teknis konstruksi selama proses evakuasi berlangsung,” jelas Sri mengutip pernyataan Bupati Kukar Rita Widyasari.
"Diharapkan dengan masa 54 hari pada perpanjangan kedua status keadaan darurat ini, pihak ketiga memiliki cukup waktu untuk menuntaskan proses evakuasi korban dan rangka kendaraan yang ada di bawah jembatan. Termasuk upaya penyelamatan perairan di lokasi kejadian dengan merebahkan pilon dan struktur fisik ikutan lainnya yang dapat membahayakan lintasan angkutan sungai di lokasi kejadia," tutup Sri.
Hingga masa tanggap darurat pertama yang diputuskan Pemkab Kukar berakhir 25 Desember 2011, korban tewas akibat ambruknya Jembatan Kukar berjumlah 24 orang serta 12 orang masih dinyatakan hilang. Belasan kendaraan diduga kuat tenggelam di perairan Sungai Mahakam.
"Bupati Kukar (Rita Widyasari) memutuskan memperpanjang kedua kalinya masa tanggap daruat. Diberlakukan sejak 26 Desember 2011," kata Kabag Humas dan Protokol Pemkab Kukar Sri Wahyuni, ketika dihubungi detikcom, Minggu (25/12/2011) malam.
Sebelumnya, masa tanggap darurat yang dinyatakan oleh pemerintah pusat berlaku 2 pekan sejak tanggal 26 November 2011. Kemudian, diperpanjang kembali oleh Pemkab Kukar 10 Desember-25 Desember 2011. Kali ini, SK Bupati Nomor 749/SK-BUP/HK/2011 tanggal 24 Desember 2011, perpanjangan masa tanggap darurat diputuskan kembali berdasarkan hasil evaluasi Tim Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB) Kukar.
"Masih ada pelapor kehilangan keluarganya yang belum memperoleh kepastian keberadaannya dan menginginkan agar proses evakuasi tetap berlanjut sesuai dengan hasil dialog dengan keluarga korban bersama Bupati," ujar Sri.
"Berdasarkan hasil penyelaman yang dilakukan oleh para penyelam tradisional, beberapa rangka kendaraan yang diduga terdapat jenazah korban di dalamnya sudah dalam posisi ikat dan siap angkat. Tapi karena kendala teknis rangka kendaraan tersebut belum dapat terevakuasi," tambahnya.
Dijelaskan Sri, berdasarkan Pasal 46 ayat 4 PP No. 21 tahun 2008, pencarian korban dapat dibuka kembali dengan pertimbangan adanya indikasi terdapatnya korban.
"Tim Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB) Kutai Kartanegara akan melanjutkan proses evakuasi dengan melibatkan para penyelam tradisional maupun jasa pihak ketiga," sebut Sri.
Masih menurut Sri Wahyuni, Bupati Kukar Rita Widyasari menegaskan akan menggandeng pihak ketiga, dalam hal ini pihak swasta, untuk proses evakuasi korban yang diduga terdapat di dalam kendaraan yang masih terperangkap di sekitar rangka jembatan yang ada di dasar sungai.
“Kita berharap proses evakuasi ini bisa tuntas, agar keluarga korban mendapat kepastian keberadaan korban hilang. Termasuk berkonsultasi dengan tim ahli Kementerian PU terkait dengan pekerjaan teknis konstruksi selama proses evakuasi berlangsung,” jelas Sri mengutip pernyataan Bupati Kukar Rita Widyasari.
"Diharapkan dengan masa 54 hari pada perpanjangan kedua status keadaan darurat ini, pihak ketiga memiliki cukup waktu untuk menuntaskan proses evakuasi korban dan rangka kendaraan yang ada di bawah jembatan. Termasuk upaya penyelamatan perairan di lokasi kejadian dengan merebahkan pilon dan struktur fisik ikutan lainnya yang dapat membahayakan lintasan angkutan sungai di lokasi kejadia," tutup Sri.
Hingga masa tanggap darurat pertama yang diputuskan Pemkab Kukar berakhir 25 Desember 2011, korban tewas akibat ambruknya Jembatan Kukar berjumlah 24 orang serta 12 orang masih dinyatakan hilang. Belasan kendaraan diduga kuat tenggelam di perairan Sungai Mahakam.
Selasa, 13 Desember 2011
Inikah Aku
Ketabahanku bukan berarti ku selalu tegar,,,
Kesabaranku bukan berarti ku selalu ikhlas,,
Dan aku diam karena aku tak mampu mengucap kidung hatiku..
Aku hanyalah seonggok dagin yg terbentuk
Aku hanyalah insan lemah yg penuh kebisuan
Aku tak yakin mengaduh ke kalian..
Aku hanya hambaNYA yg sama
Namun aku yakin DIA tak meninggalkan aku sendiri
Aku memang bersedih,
Aku memang berduka
Namun apakah salah jika aku demikian..
Itulah sisi manusiaku dan aku rasa itu adalah wajar
Beersabar dan terus bersabar adalah kata_kata simpatimu
Tapi apakah ku salah jika ingin bermohon
Aku memang tampak bodoh
Tapi setidaknya ku bukan orang bodoh yg mengeluh ke pada kalian
Aku hanya ingin memgeluh kepadaNYA
Karena DIA lebih tau apa yg terjadi di hatiku
Dan DIA lebih tau apa yg ku keluhkan
Karena DIAlah penciptaku..
Kesabaranku bukan berarti ku selalu ikhlas,,
Dan aku diam karena aku tak mampu mengucap kidung hatiku..
Aku hanyalah seonggok dagin yg terbentuk
Aku hanyalah insan lemah yg penuh kebisuan
Aku tak yakin mengaduh ke kalian..
Aku hanya hambaNYA yg sama
Namun aku yakin DIA tak meninggalkan aku sendiri
Aku memang bersedih,
Aku memang berduka
Namun apakah salah jika aku demikian..
Itulah sisi manusiaku dan aku rasa itu adalah wajar
Beersabar dan terus bersabar adalah kata_kata simpatimu
Tapi apakah ku salah jika ingin bermohon
Aku memang tampak bodoh
Tapi setidaknya ku bukan orang bodoh yg mengeluh ke pada kalian
Aku hanya ingin memgeluh kepadaNYA
Karena DIA lebih tau apa yg terjadi di hatiku
Dan DIA lebih tau apa yg ku keluhkan
Karena DIAlah penciptaku..
Langganan:
Postingan (Atom)